Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Kim Jong-un Ingin “Menulis Sejarah Baru” Dengan Korea Selatan 06 Mar 2018 12:54

Article image
Delegasi Korea Selatan bertemu Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Kobangsan Guesthouse, Pyongyang, Korea Utara. (Foto: The Guardian)
Pemimpin Korea Utara mengatakan kepada utusan dari Korea Selatan untuk memulai hubungan “awal yang menggembirakan” dalam pertemuan perdana sejak dirinya berkuasa pada 2011.

PYONGYANG, IndonesiaSatu.co -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un disebutkan ingin membangun hubungan “awal yang menggembirakan” dengan Korea Selatan. Pernyataan ini disampaikannya ketika menerima delegasi Korea Selatan. Kim juga berharap untuk “menulis sebuah sejarah baru reunifikasi nasional”.

Kim membuat pernyataan selama kunjungan dua hari delegasi yang dipimpin Chung Eui-yong, Kepala Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan. Utusan yang datang adalah pejabat paling senior Korea Selatan yang menemui Kim yang berkuasa sejak 2011 setelah kematian ayahnya.

“Dia ... membuat sebuah perubahan pandangan yang mendalam terhadap isu untuk meredakan ketegangan militer akut di Semenanjung Korea dan mengaktifkan dialog yang serba guna, kontak, kerja sama dan perubahan,” kata pejabat Korea Utara sebagaimana dilaporkan Korean Central News Agency.

“Dia kembali menjelaskan bahwa ini adalah sikap kami yang konsisten dan prinsipil dan kegigihannya adalah memulai hubungan awal yang menggemberikan utara-selatan Korea dan menulis sebuah sejarah baru reunifikasi nasional dengan upaya terpadu negara kami untuk menjadi kebanggaan dunia.”

Tidak jelas apakah makna sebuah “perjanjian yang memuaskan”. Meskipun demikian, tidak jelas kapan persis kunjungan tersebut dilakukan. Ketegangan antara kedua negara terus terjadi semenjak meletusnya Perang Korea yang terjadi antara 1950-1953.

Kim dan istrinya secara pribadi mengadakan jamuan malam untuk para tamu di markas Partai Buruh. Ini untuk pertama kalinya pejabat Korea Selatan mengunjungi gedung tersebut, demikian diungkapkan pejabat Kepresidenan Korea Selatan. Saudari termuda Kim dan penasihat terdekat Kim Yo-jong juga hadir dalam makan malam yang berlangsung lebih dari empat jam.

Sebelum meninggalkan Pyongyang, Chung mengatakan dia akan menekankan perlunya denuklirsasi (denuclearize) Semenanjung Korea dan mengatakan, dia akan meningkatkan dialog langsung antara Korea Utara dan Amerika Serikat.

--- Simon Leya

Komentar