Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

FILM Kiprah Kontingen Garuda 23 Diabadikan dalam Film 'I Leave My Heart in Lebanon' 29 Jul 2016 21:10

Article image
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo usai pengambilan gambar perdana film “I Leave My Heart in Lebanon” di Ruang VIP Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jum’at (29/7). (Foto; puspen TNI)
“Kalau Anda sebagai Warga Negara Indonesia yang bangga terhadap negaramu, tontonlah film ini. Pasti akan meningkatkan kebanggaan."

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Sejak tahun 1957 hingga 2015, TNI selalu tampil terbaik di antara semua negara yang bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia PBB, dalam rangka mewujudkan perdamaian berdasarkan kemanusiaan dan keadilan. Kiprah Kontingen Garuda dalam misi perdamaian dunia di Libanon dituangkan dalam sebuah film dengan judul “I Leave My Heart in Lebanon” hasil kerjasama TNI dengan TB Silalahi Center.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjelaskan, pembuatan film ini terinspirasi dari true story penugasan prajurit yang tergabung dalam Kontingen Garuda 23. Film ini semuanya dibuat dengan sangat teliti, sangat profesional, dan diawaki oleh aktor dan aktris ternama serta sutradara profesional Benny Setiawan.

“Shooting film ini dilakukan di Indonesia dan di Libanon, ini merupakan film kolosal,” ucap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo usai pengambilan gambar perdana film “I Leave My Heart in Lebanon” di Ruang VIP Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (29/7).

“Kalau Anda sebagai Warga Negara Indonesia yang bangga terhadap negaramu, tontonlah film ini, pasti akan meningkatkan kebanggaan,” pesan Jenderal Gatot.

Sementara itu, Rio Dewanto menjadi salah satu aktor yang dikirim ke Libanon dan bergabung dengan pasukan perdamaian PBB. Di sana, suami artis Atiqah Hasiholan ini akan ikut menjaga perdamaian di daerah konflik bersama kesatuan TNI.

Di film tersebut Rio memperlihatkan totalitas ber-acting sebagai tentara. ”Sebagai aktor, saya juga harus bisa menyesuaikan diri ke dalam karakter. Kebetulan saya dapat peran sebagai kapten yang diberangkatkan TNI ke Libanon,” ucap Rio Dewanto.

”Nah, saya dikasih waktu selama satu bulan untuk masuk ke dalam karakter tersebut. (Itu) untuk meyakinkan penonton di layar nanti, bahwa saya enggak cuma acting tapi juga menyelami karakter bagaimana menjadi seorang prajurit TNI,” kata dia.

Rio pun menyesuaikan diri dengan latihan fisik ala militer dalam film yang diproduksi oleh T.B. Silalahi Center itu. Berbagai teknik perang yang biasa diterapkan oleh tentara juga dilakukan Rio setiap hari.

”Kita latihan di Ciranjang selama satu jam setiap hari, sekarang sudah naik empat putaran. Dan setelah Lebaran, TNI akan memberikan latihan khusus kepada kami di camp mereka. Kami diberi bootcamp di sana, jadi di sana kami selama empat sampai lima hari,” kata dia.

Tak cuma Rio yang diminta tampil meyakinkan sebagai tentara di film tersebut. Sejumlah aktor lain seperti Yama Carlos dan Boris Bokir juga ikut beraksi sebagai pasukan penjaga perdamaian di Libanon.

--- Sandy Romualdus

Komentar