Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

KESEHATAN Kirim Dokter ke Asmat, Mensos: Presiden Sudah Membuka Isolasi di Papua 06 Feb 2018 17:32

Article image
Menteri Sosial, Idrus Marham secara simbolik melepas 19 dokter senior Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ke Kabupaten Asmat (Foto: Kompas.com)
"Kita tahu kondisi di sana (Papua) seperti apa. Butuh perjuangan dan kerja keras untuk bisa mengetahui kondisi masyarakat yang sesungguhnya. Bagaimana kita bicara Papua jika tidak pernah ke sana? Maka pelayanan kesehatan diharapkan dapat menjawabi kebutu

MAKASSAR, IndonesiaSatu.co-- "Bapak Presiden sudah memulai awal yang baik dengan pembangunan infrastruktur yaitu Trans Papua. Bapak Presiden ingin membuka isolasi itu, tinggal kita lanjutkan semua ini. Banyak sektor yang harus dibangun, seperti properti, ekonomi, pendidikan, kesehatan, pariwisata, infrastruktur dan sebagainya.”

Demikian diungkapkan Menteri Sosial RI, Idrus dalam pidato pelepasan 19 dokter senior Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Senin (5/2/2018) guna membantu masyarakat Suku Asmat, Papua yang terkena penyakit gizi buruk dan campak sebagaimana dilansir Kompas.com.

Menteri Idrus menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur daerah-daerah di Papua terus dikedepankan oleh pemerintah guna membuka akses pertumbuhan ekonomi dan menunjang kehidupan masyarakat sesuai tingkat kesulitan dan kebutuhan.

"Kita tahu kondisi di sana (Papua) seperti apa. Dengan dibukanya jalan Trans Papua, pembangunan berkelanjutan terus akan berjalan. Rumah sakit dan rumah-rumah penduduk dibangun di atas rawa-rawa. Untuk bisa sampai di sana, kita harus melewati laut dan sungai. Butuh perjuangan dan kerja keras untuk bisa mengetahui kondisi masyarakat yang sesungguhnya. Bagaimana kita bicara Papua jika tidak pernah ke sana? Maka pelayanan kesehatan diharapkan dapat menjawabi kebutuhan masyarakat yang sedang mengalami bencana campak dan gizi buruk,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Menteri Idrus menyampaikan apresiasi kepada Unhas yang telah mengirim tim dokter secara bergiliran ke Papua.

"Apresiasi dan terima kasih atas keterpanggilan Unhas dalam rangka melakukan operasi kemanusian di Papua. Mudah-mudahan kerja sama kita ke depan bukan karena saya orang Sulawesi, tetapi betul-betul karena ada pikiran atau gagasan yang mempersatukan kita. Tujuan kita sama yakni untuk kepentingan rakyat Indonesia. Selamat mengabdi untuk tugas kemanusiaan," tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar