Breaking News

HUKUM Kisah Peserta “People Power” dengan Bayaran Rp 100 Ribu 24 May 2019 11:03

Article image
Tersangka kerusuhan di Slipi, Jawa Barat. (Foto: merdeka.com)
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menegaskan, masing-masing para perusuh itu akan menerima imbalan sebesar Rp 100 hingga 200 ribu per orang.

DI mana-mana, gerakan “people power” selalu bersifat spontan, tidak mengharapkan bayaran. Namun beda “people power” yang digelar pada 22 Mei 2019. Para peserta malah tergerak karena diiming-iming akan mendapat bayaran.

Ironisnya, selain bayaran kecil, para peserta aksi yang berakhir rusuh tersebut malah tidak pernah menerima bayaran sampai polisi menjebloskan mereka ke ruang tahanan.

Berdasarkan pengakuan beberapa pelaku kerusuhan 22 Mei yang diringkus polisi, mereka bergabung karena diajak seseorang lewat media sosial. Sebut saja F (15), salah satu pelaku remaja dari 183 orang yang ditangkap karena terlibat kerusuhan di wilayah Petamburan dan Slipi, Jakarta Barat, saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (23/5).

F mengaku hanya dibayar sebesar Rp 100.000.

"Saya itu diajak pak, dari media sosial. Saya dapat Rp 100 ribu sama makan buka puasa," ujarnya kepada merdeka.com (23/5/2019).

Ajakan itu dia iyakan dan berangkat bersama empat orang lainnya. Namun hingga dijebloskan ke tahanan, F belum menerima bayaran.

"Saya berangkat cuma pakai pakaian koko, belum dibayar nanti bayarnya katanya. Saya hanya diajak," ujarnya.

"Saya tanya, pak ke sini siapa suruh. Dia jawab kalau ada yang nyuruh dan dibayar Rp 300 ribu," kata I (55), warga Slipi.

I sempat menyarankan agar massa tersebut pulang ke rumah masih-masing. Mengingat, bulan puasa dan sebentar lagi Lebaran.

"Pak, mendingan pulang inget anak sama istri. Kalau bapak kenapa-kenapa gimana, ini mau Lebaran. Cuma karena Rp 300 ribu nanti bapak kenapa-kenapa mendingan pulang," saran I.

Sementara itu jajaran Polres Metro Jakarta Barat menemukan uang Rp 20 juta dari sejumlah amplop. Uang tersebut rencananya diduga akan diberikan sebagai imbalan kepada para pelaku.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menegaskan, masing-masing para perusuh itu akan menerima imbalan sebesar Rp 100 hingga 200 ribu per orang.

"Ini kita sita semua dari tersangka dan ada berita acaranya dan diakui oleh tersangka dalam BAP bahwa telah menerima uang dari seseorang," kata Hengki.

Hengki mengatakan saat ini pihaknya masih menyelidiki siapa oknum yang menjadi dalang dan membayar para pelaku kerusuhan ini. "Masih kita dalami ya dalangnya, masih kita cari," ujar Hengki.

--- Simon Leya

Komentar