Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

REGIONAL KLA Project dan Canho Pasirua Tampil di Galuh Mas Karawang 02 Jan 2018 16:34

Article image
Pertama kali manggung di Karawang, KLA Project Membawakan 26 lagu di Mercure Hotel. (Foto: kompas.com)
Kawasan hunian dan bisnis terpadu Galuh Mas Karawang kembali diberi kepercayaan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang sebagai pusat perayaan pergantian tahun 2017 ke 2018.

KARAWANG, IndonesiaSatu.co -- Suasana malam tahun baru di Galuh Mas Karawang benar-benar spektakuler. Hal ini terlihat dari kemeriahan yang ditampilkan. Selain atraksi dan hiburan berupa musik dan tarian, kemeriahan di kawasan hunian dan bisnis terpadu terbesar di Karawang ini juga dilengkapi dengan pesta laser dan 8.000 kembang api. Panggung besar dibuat di bunderan Galuh Mas.

Ini bukan yang pertama kalinya Galuh Mas Karawang menghibur masyarakat Karawang. Galuh Mas Karawang selalu mengakomodir antusiasme warga Karawang untuk memeriahkan malam tahun baru setiap tahun.

Pada akhir tahun 2016, Galuh Mas menggelar pertunjukan 8.000 kembang api. Selain itu pengunjung juga dihibur atraksi ratusan lighting dari area taman hingga sirkuit Galuh Mas.

Kali ini, Galuh Mas Karawang kembali diberi kepercayaan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang sebagai pusat perayaan pergantian tahun 2017 ke 2018. Perayaan kali ini terbilang seru karena menampilkan grup band nasional ternama, KLA Project. Selain itu, perancang acara juga menghadirkan atraksi tarian dan musik tradisional.

Band era 80-an itu membawakan 26 lagu di Mercure Hotel Karawang, dengan tajuk RomantiKla.

Ini untuk pertama kalinya KLA Project tampil di Karawang.

Tidak seperti grup band lain, KLA Project selalu menampilkan aransemen berbeda setiap kali manggung.

"Kali ini akan lebih jazzy," kata Lilo, salah seorang personel KLA Project sebelum tampil.

Di tengah konser, vokalis Katon Bagaskara mengundang Bupati Karawang Cellica Nurrcadiana berduet. Penonton dibuat riuh ketika Katon berbisik-bisik pada Cellica. Tidak ada yang tahu apa yang mereka bicarakan. Keduanya tampak akrab bersenandung tembang berjudul "Tak Bisa Ke Lain Hati".

 

Pianis Cilik

Hiburan musik malam pergantian tahun kali ini tergolong spesial dengan tampilnya pianis cilik kebanggaan Indonesia yang berprestasi internasional, yakni Canho Pasirua. Canho Pasirua adalah pianis cilik asal Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur yang meraih enam medali emas pada Kejuaraan Dunia Seni Pertunjukan 2016 untuk kategori piano klasik di Long Beach, California, Amerika Serikat.

Canho yang waktu itu baru berumur 11 tahun menyisihkan peserta dari 54 negara dalam World Championship of Performing Arts (WCOPA) 2016 pada Juli lalu. Keberangkatannya ke AS dapat terwujud antara lain berkat dukungan PT Galuh Citarum, Yayasan Artha Graha Peduli (AGP) dan PT Veritas Dharma Satya (VDS).

Canho yang sejatinya adalah spesialis pianis klasik, kali ini tampil membawakan komposisi musik daerah dan pop. Total Canho membawakan empat komposisi, yang terdiri dari dua komposisi klasik berjudul “Entertainer” dan “Despacito”. Sedangkan komposisi daerah, Canho memainkan lagu daerah asal Sunda berjudul "Tokecang" dan satu komposisi pop dari Anji.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana juga antusias menyambut pertunjukan pergantian tahun di Galuh Mas.

"Tahun baru di Karawang dijamin ramai. Aku harap artis-artis bisa menyapa langsung warga Karawang," ujar Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat ditemui detik di ruang kerjanya, Jumat (29/12/2017). 

Pertunjukan 8.000 kembang api dikonfirmasi Heru Mahad, Manajer promosi perusahaan Galuh Mas.

"Tahun ini agak spesial kami akan buat pertunjukan kembang api dengan 8.000 tembakan (kembang api),” ujar Heru sebelum acara.

Selain kembang api, malam tahun baru juga dimeriahkan laserman. Laserman Indonesia biasanya menggelar show di dalam ruangan, namun di Galuh Mas mereka beraksi di area terbuka.
"Karena di gedung yang nonton sedikit. Kita adakan di luar, supaya bisa menghibur lebih banyak warga. Warga yang selama ini menonton laserman di televisi sekarang bisa melihat langsung," jelas Heru menjelang acara. 

Perayaan tahun baru di Galuh Mas mulai dilakukan sejak lima tahun lalu. Animo warga selalu tinggi. Pada tahun lalu misalnya, ribuan warga antusias menghabiskan malam pergantian tahun di Galuh Mas.

"Supaya tidak ada kemacetan, tahun ini akan menggelar car free night," ungkap Heru. 

--- Simon Leya

Komentar