Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

NASIONAL KNKT: Pesawat Lion Air tidak Meledak di Udara 05 Nov 2018 14:09

Article image
Serpihan pesawat Lion Air. (Foto: Tribun News)
Dikatakan Soerjanto, bila pesawat meledak saat masih di udara, maka radius serpihan pesawat akan sangat luas.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat, tidak meledak di udara melainkan meledak saat berada di air. Demikian dikatakan Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono saat memberikan penjelasan di hadapan para keluarga korban, di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).

Kesimpulan tersebut diambil setelah menganalisis serpihan pesawat dengan nomor penerbangan JT 610 itu yang tersebar dengan radius tidak lebih dari 500 meter tak lama setelah pesawat jatuh.

"Laporan yang kita wawancara tugboat, mereka lihat ada sesuatu yang masuk ke dalam air, setelah itu tugboat lepas tongkang, ada serpihan-serpihan pada radius tidak lebih dari 500 meter, ini tandakan bahwa pesawat alami pecah ketika bersentuhan dengan air, impact dengan air," jelas Soerjanto.

Dikatakan Soerjanto, bila pesawat meledak saat masih di udara, maka radius serpihan pesawat akan sangat luas. Selain itu, KNKT, lanjut Soerjanto menegaskan pesawat sempat dalam keadaan utuh saat menyentuh air. Hal ini terlihat dari investigasi sementara pada mesin yang sudah berhasil ditemukan

"Pesawat nyentuh air dalam keadaan utuh. Mesin sentuh air dalam keadaan hidup, ditandai dengan turbin dan kompresor, mesin dalam keadaan hidup, putaran tinggi. Dari mesin tidak ada masalah," jelasnya.

--- Simon Leya

Komentar