Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

PERTAHANAN Kodam Merdeka dan Kodam Pattimura Siap Hadapi Kelompok Radikal 31 May 2017 12:12

Article image
Kodam XIII/Merdeka dan Kodam XVI/Pattimura siap menghadapi kelompok radikal. (Foto: ist)
Berdasarkan analisis dari pihak intelijen, Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara (Malut) adalah salah satu wilayah yang dibidik kelompok militan ISIS.

AMBON, IndonesiaSatu.co -- Komando Daerah Militer (Kodam XIII/Merdeka) dan Kodam XVI/Pattimura siap menghadapi kelompok radikal seperti Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)  untuk tidak masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagaimana ramai diberitakan media nasional dan internasional, dalam sepekan terakhir ISIS telah mengacak-acak kedaulatan negara Filipina dengan melakukan pemberontakan tehadap pemerintah negara tersebut dan menyerang kota Marawi, Mindanau, Filipina Selatan. Kota Marawi adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan Pulau Sangir di Provinsi Sulawesi Utara  di bawah Kodam XIII/ Merdeka.

Berbagai langkah telah dilakukan oleh Kodam XVI/Pattimura untuk mengantisipasi masuknya ISIS ke Indonesia, salah satunya yaitu menggelar rapat dengan menggandeng Muspida yang ada di Maluku. Karena berdasarkan analisis dari pihak intelijen, Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara (Malut) adalah salah satu wilayah yang dibidik kelompok militan ISIS.

Tak hanya karena memiliki sumber daya alam yang sangat kaya, sejarah Maluku dan Maluku Utara yang pernah terjadi konflik juga menjadi perhatian kelompok radikal atau teroris.

“Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo memerintahkan untuk berkoordinasi dengan pemda untuk melaksanakan rapat sebagai antisipasi hal tersebut,” ungkap Kapendam XVI/Pattimura, Letkol Arm Sarkitansi Sihaloho, Senin (29/05/2017).

Menurut Letkol Sarkitansi Sihaloho, di Maluku rapat digelar di Ambon, sedangkan di Maluku Utara dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Ternate dan Tobelo, Halmahera Utara (Halut).

“Kesimpulan koordinasi tersebut bahwa semua akan mengantisipasi penyusup yang masuk ke daerah. Pihak imigrasi mempunyai tugas penting untuk menyeleksi orang yang masuk Maluku. Lalu agar dibentuknya tim gabungan atau satgas bersama TNI/Polri dan stakeholder lain,” terang Sihaloho.

Kodam XIII/Merdeka merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Gorontalo, dan Provinsi Sulawesi Tengah. Sedangkan Kodam XVI/Pattimura meliputi wilayah Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara.

Kodam XIII/Merdeka dibentuk dan disahkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono berdasarkan Keputusan Nomor 33 Tahun 2016. Adapun Panglima Kodam (Pangdam) pertama dijabat Mayor Jenderal TNI Ganip Warsito, SE, MM. Kodam XIII/Merdeka pernah berdiri pada tahun 1957 dan dinonaktifkan pada tanggal 12 Februari 1985 melalui SK No : Skep/131/11/1985 tentang likuidasi Kodam dan Kodam XIV Hasanuddin menjadi Kodam VII/Wirabuana.


 

--- Simon Leya

Komentar