Breaking News

REGIONAL Komisi III DPRD Ende: BID Harus Berdampak Riil Terhadap Kesejahteraan Masyarakat 06 Oct 2019 23:14

Article image
Ketua Komisi III DPRD Ende, Vincent Sangu (depan). (Foto: Dokpri VS)
Gerakan Bursa Inovasi Desa mesti menjadi titik simpul untuk meningkatkan ekonomi masyarakat secara nyata.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah kabupaten (Pemkab) Ende gencar menggelar Bursa Inovasi Desa (BID) guna meningkatan pendapatan ekonomi masyakarat.

Meski demikian, pemerintah dinilai perlu melibatkan para pengusaha dalam pameran produk-produk usaha masyarakat sehingga ada tindak lanjut (realisasi) dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Sebenarnya ini adalah langkah yang baik untuk menghimpun potensi-potensi desa. Namun, ini terkesan formalistik dan belum terlihat apa yang menjadi gerakan inovasi yang dihasilkan pemerintah sehingga berdampak langsung kepada masyarakat,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Ende, Vinsen Sangu seperti dilansir Voxntt.com, Jumat (04/10/19).

Anggota DPRD Ende termuda ini menegaskan, gerakan BID mesti menjadi titik simpul untuk meningkatkan ekonomi masyarakat secara nyata.

"Misalnya, setelah melakukan pameran, harus ada tindak lanjut, terutama kesiapan ruang pasar terhadap produk keterampilan masyarakat. Cara pandang semacam ini tentu akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat," nilainya.

Mantan aktivis GMNI ini beralasan bahwa Bursa Inovasi Desa merupakan ruang ekonomi masyakarat. Oleh karena itu, pemerintah mesti menghadirkan para pengusaha di Ende dan melakukan perjanjian agar produk-produk itu dipasarkan ke mereka (pengusaha, red).

"Artinya, efisiensi dari BID ini tidak sekedar pameran, tukar hasil kreativitas masyarakat, lalu selesai. Harus ada gebrakan secara nyata agar peningkatan ekonomi masyarakat benar-benar terjadi,” imbuhnya.

Memiliki Arah dan Target Capaian

Politisi muda Partai PDI Perjuangan ini menyarankan, agar kegiatan BID benar-benar berkesinambungan, maka harus melibatkan stakeholder terutama para pengusaha atau pedagang besar.

"BID seharusnya memiliki arah dan target yang harus tercapai. Sehingga, pada periode tertentu, wajah perubahan baik tingkat desa maupun tingkat kabupaten benar-benar terealisasi," katanya.

Ia berkeyakinan, jika BID dilakukan dengan baik dan memiliki arah serta target capaian yang jelas, maka apa yang dilakukan oleh pemerintah selama beberapa bulan terakhir, dapat memberi manfaat konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Substansi dan muaranya adalah pemberdayaan potensi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan para pengusaha sangat dibutuhkan sehingga kesinambungan roda ekonomi dapat terjadi secara sinergis. Sisi inovatif mesti diperjelas agar potensi masyarakat pedesaan memiliki nilai jual secara ekonomis," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar