Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

MODE Komunitas Designer Etnik Persembahkan Wisata Etnik Fashivaganza 16 Mar 2016 14:37

Article image
Putri Indonesia NTT 2015, sekaligus Putri Favorit Kepulauan Bal-Nusra, Carolina, tampil sebagai model dengan busana etnik NTT design by LeViCo, di acara Fashivaganza di Cinere Bellevue Mall, Jakarta Selatan (8/3). (Foto; Ist)
Pagelaran Fashivaganza ini dalam rangka mendukung Indonesia sebagai kiblat fashion dunia pada 2020 mendatang dapat terwujud.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Komunitas Designer Etnik Indonesia (KDEI) menghelat pagelaran Fashivaganza by Dega Ethnic di Cinere Bellevue Mall, Jakarta Selatan, sepanjang Maret. Tujuannya untuk memperkenalkan dan mengangkat produk etnik dari seluruh Indonesia dari para designer etnik Indonesia maupun para pengerajin.

Sinergi positif ini, papar H.Raizal Boeyoeng Rais Bac, selaku Ketua Komunitas Designer Etnik Indonesia (KDEI), dilakukan bersama 75 designer maupun pengrajin dari seluruh Indonesia sebagai wujud kecintaan kepada budaya warisan leluhur bangsa sehingga menjadi ciri pakaian Indonesia yang khas dari bangsa Indonesia yang berbudaya.

Sementara Melanie, selaku pencinta sekaligus kolektor kain batik Indonesia, berharap dukungan penuh kepada para designer etnik maupun pengrajin sebagai pelaku pelestari budaya dan adat istiadat bangsa ini, baik oleh Pemerintah Pusat melalui Badan Ekonomi Kratif maupun Pemerintah Daerah di daerah masing-masing.

Hal itu pun disadari Corie Kastubi, selaku Ketua III KDEI bahwa dukungan penuh terhadap upaya melestarikan budaya bangsa melalui ragam corak, warna dan kreasi kain etnik Indonesia harus menjadi concern Pemerintah karena yang ada dalam KDEI adalah para designer yang berasal dari pengrajin.

Oleh karenanya, melalui KDEI , tambah Uda Boeyoeng , bertekad untuk melestarikan budaya leluhur bangsa melalui kreasi yang dikembangkan secara modern oleh para designer dan pengrajin. Karena KDEI mengayomi para designer fashion, designer tekstil maupun designer craft.

Sedangkan Didit Maulana, designer etnik muda yang namanya tengah diperhitungkan fashion mode dunia, berharap KDEI terus melahirkan kreativitas dan ide-ide baru khas Indonesia dari Timur hingga Barat. Dan Pemerintah bisa melihat bahwa komunitas ini hadir karena kecintaannya dengan budaya leluhur bangsa.

Semoga lewat karya dan kreativitas etnik Indonesia tidak saja menjadi tuan rumah di negeri sendiri tetapi sekaligus menjadi bintang di negeri orang. Sehingga Indonesia sebagai kiblat fashion dunia pada 2020 mendatang dapat terwujud.

--- Sandy Romualdus

Komentar