Breaking News

EKONOMI Konektivitas Digital Jadi Akselerator Transformasi dan Reaktivator Pemulihan Ekonomi Nasional 26 Feb 2021 15:08

Article image
Menteri Kominfo Johnny G. Plate saat memberikan laporan dalam acara Peluncuran Konektivitas Digital Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jum'at (26/02/2021). - (AYH)
Kementerian Kominfo menjalankan beberapa program strategis berupa pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) atau talenta digital nasional.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan Program Strategis Konektivitas Digital ditujukan untuk menjadi akselerator transformasi dan reaktivator pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

"Program-program ini tidak saja menjadi prasyarat bagi transformasi digital, tetapi juga menjadi akselerator bagi transformasi dan reaktivator untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional di saat pandemi Covid-19,” ujarnya dalam acara Peluncuran Konektivitas Digital Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jum'at (26/02/2021).

Dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo itu, Menteri Johnny menyatakan sesuai arahan Presiden, Kementerian Kominfo menjalankan beberapa program strategis berupa pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) atau talenta digital nasional.

"Melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi BAKTI, Kominfo bersama para mitra penyedia terpilih menandatangani kontrak payung untuk proyek penyediaan jaringan telekomunikasi di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T)," ungkapnya.

Menurut Menteri Kominfo, proyek tersebut terdiri dari pembangunan BTS di 4.200 desa dan kelurahan pada tahun 2021 dan 3.704 desa/kelurahan pada tahun 2022 yang melengkapi seluruh desa dan kelurahan wilayah 3T dengan sinyal internet 4G.

"Penyelenggaraan proyek ini terdiri dari lima paket kontrak payung tahun anggaran tahun 2021 sampai dengan 2024, yang terdiri dari unsur capital expenditure dan operational expenditure seluruhnya sejumlah Rp.28,3 triliun yang akan didanai pada setiap tahun anggaran dari komponen Universal Service Obligation (USO), sebagian dari alokasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Kominfo, dan Rupiah Murni (RM)," jelasnya.

Selain itu, Kementerian Kominfo, menurut Menteri Johnny, juga akan meluncurkan Satelit SATRIA-1 akan digunakan untuk penyediaan akses internet bagi 150 ribu titik layanan publik yang belum tersedia akses internet dari total 501.112 titik layanan publik di Indonesia.

Fasilitas internet pada 150 ribu titik layanan publik tersebut terdiri dari 3.700 fasilitas kesehatan, 93.900 sekolah dan pesantren, 47.900 kantor desa dan kelurahan, dan 4.500 titik layanan publik lainnya.

"Dengan total kapasitas transmisi satelit sebesar 150 Gbps, maka setiap titik akan mendapatkan kapasitas dengan kecepatan sebesar 1 Mbps. Sesuai jadwal yang disepakati Satelit SATRIA-1 diharapkan dapat beroperasi pada Kuartal III tahun 2023," tandasnya.

Kembangkan Talenta Digital

Menteri Kominfo menyatakan seiring dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informatika, Kementerian Kominfo juga menyiapkan program pengembangan SDM digital atau talenta digital.

"Maka dari itu, Kementerian Kominfo melanjutkan program pelatihan digital yang sudah dimulai sejak tahun 2018 dengan menyelenggarakan Program Digital Talent Scholarship (DTS) di level intermediate digital skills bagi putra-putri Indonesia berijazah SMA sederajat dan sarjana untuk 100.000 peserta pada tahun 2021," ujarnya.

Menyeri Johnny merinci beberapa tema pelatihan dalam Program DTS antara lain Artificial Intelligence, Internet of Things, Machine Learning, Big Data Analytics, Cloud computing, dan berbagai teknologi turunannya.

"Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi global dan lokal, 55 mitra universitas, 37 sekolah vokasi, serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di 34 provinsi di Indonesia," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut,. Menteri Kominfo juga melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait rencana peluncuran Prangko Seri Vaksinasi Nasional Covid-19

"Peluncuran seri prangko ini merepresentasikan Indonesia sebagai negara yang dengan cepat dan sigap memerangi pandemi Covid-19 melalui vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat agar dapat mencapai kekebalan kelompok (herd immunity)," ujarnya.

Menteri Johnny menyatakan pada masa yang akan datang penerbitan perangko dapat dilakukan secara digital dengan metode barcode untuk tracking dan tracing, "Dan dilengkapi dengan fitur Augmented Reality pada prangko agar menjadi lebih detail dan menarik," imbuhnya.

Selain Presiden Joko Widodo, acara Peluncuran Program Konektivitas Digital Indonesia tahun 2021 dan Prangko Seri Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19 dihadir oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. Adapun pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kementerian Kominfo serta gubernur, bupati dan walikota dari beberapa daerah hadir secara virtual.

--- Sandy Romualdus

Komentar