Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

TEKNOLOGI Konferensi Mobile dan Internet Terakbar Kembali Hadir di Indonesia 07 Sep 2017 10:35

Article image
Salah satu teknologi robot yang dipamerkan dalam ajang Global Mobile Internet Conference (GMIC). (Foto: ist)
Global Mobile Internet Conference (GMIC) Indonesia 2017 yang akan diselenggarakan pada tanggal 26 September mendatang akan fokus membahas terobosan teknologi terkini dan bagaimana gangguan digital menghadirkan ancaman dan peluang yang signifikan bagi kal

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Dalam artikelnya, ‘The Fourth Industrial Revolution: What It Means, How to Respond’, Klaus Schwab mengemukakan bahwa saat ini dunia sedang memasuki tahapan keempat dari revolusi industri, yaitu: revolusi digital, dimana perubahan tatanan industri digerakkan oleh teknologi.

Internet menjadi salah satu bentuk revolusi digital yang banyak digunakan oleh masyarakat umum, pemerintah, sampai pelaku bisnis. Kini, perusahaan di tingkat entreprise, menengah, maupun kecil, mulai mengintegrasikan teknologi dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Tidak hanya itu, perusahaan-perusahaan tersebut dituntut untuk menghadirkan, serta melengkapi diri, dengan inovasi baru yang menarik dan bermanfaat  agar tetap relevan dan memiliki daya saing.

“GWC kembali menyelenggarakan GMIC Indonesia sebagai wadah bagi para penggiat teknologi untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang industri teknologi, khususnya dalam bidang mobile dan internet. Sejalan dengan misi kami yaitu untuk menghubungkan dunia dan mendorong inovasi, GMIC diharapkan dapat menjadi awal mula kerjasama antar penggiat teknologi untuk menciptakan ekosistem bagi transformasi yang ideal," ungkap E. Hao, CEO GWC Global Inc. (GWC) melalui siaran pers yang dikutip IndonesiaSatu.co, Kamis (7/9/2017).  

Global Mobile Internet Conference (GMIC) Indonesia 2017 akan diselenggarakan pada tanggal 26 September mendatang. GMIC hadir di Indonesia Convention Exhibition (ICE), dengan empat konferensi yang relevan dalam dunia bisnis mobile internet saat ini, yaitu Disruptive Technology, Startup Village, Money Talks, Mobile Marketing & Growth.

Acara ini diprediksi akan menjadi konferensi mobile internet terakbar yang mempertemukan lebih dari 1.500 eksekutif industri mobile, pengusaha, developer, dan investor dari seluruh dunia untuk membangun kemitraan dan menunjukkan bagaimana inovasi dapat bermanfaat bagi berbagai pihak. Bertemakan ‘New Frontiers of Intelegence’, GMIC berharap dapat menjadi tempat bagi para katalis di bidang teknologi untuk bertemu dan bertukar pikiran.

Salah satu pembicara di GMIC Indonesia 2017, Andy Zain - Founding Partner Kejora Ventures mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan GMIC sejak tahun 2015 dan kami sangat antusias untuk memulai acara tahun ini. “GMIC menawarkan perpaduan yang sempurna antara gagasan yang menginspirasi, panel yang berwawasan, peluang melakukan pitching, dan kesempatan memperlebar jaringan. GMIC adalah titik bertemu bagi para ahli teknologi, yang siap untuk mengubah masa depan," katanya.

Andy Zain juga menambahkan pentingnya mengenali kemunculan era digital bukan sebagai ancaman namun, sebagai peluang besar untuk berinovasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. "Ke depan, kita akan melihat peningkatan jumlah startup muda dan ambisius yang berusaha mengubah kompetisi pasar. Oleh karena itu, para pemangku kepentingan harus bergabung dan menciptakan kerjasama demi mempersiapkan diri untuk transformasi digital dan menjaga daya saing di tingkat global.

Pada kesempatan yang sama, Dhony Rahajoe - Managing Director President Office Sinar Mas Land mengatakan, Sinar Mas Land sangat senang dan bangga atas terselenggaranya Global Mobile Internet Conference (GMIC) Indonesia 2017 di ICE BSD City.

“Kami yakin bahwa perhelatan mobile internet terbesar ini akan menjadi platform untuk berbagi wawasan mengenai tren terbaru dalam industri dibidang teknologi, serta menunjang transformasi BSD City menjadi The First Integrated Smart Digital City semakin nyata. Kedepannya kami berharap BSD City dapat menjadi kota masa depan yang dilengkapi dengan fasilitas dan infrastruktur teknologi digital serta menjadi rumah bagi para penggiat teknologi informasi di Indonesia.”

Dalam konferensi ini, ratusan CEO, founders, investor serta pemangku jabatan politik yang memegang kendali perubahan di seluruh wilayah Asia Tenggara berkumpul untuk menyampaikan wawasan, berbagi pandangan, serta memimpin diskusi untuk menyajikan jawaban akan berbagai pertanyaan di era teknologi. Beberapa topik hangat yang akan diperbincangkan meliputi: SE Asia - The Hotbed of Technology and Startups: What We Can Learn For Our Own Future Development; Facing Disruption: Companies Should Prepare for Digital Transformation; The Frenemy Relationship in Business - Fintech VS The Banks: A Case Study of Innovative Partnerships; dan The Rise of the Purchasing Power of Generation M(uslim) serta masih banyak lagi.

GMIC akan fokus dalam membahas terobosan teknologi terkini dan bagaimana gangguan digital menghadirkan ancaman dan peluang yang signifikan bagi kalangan bisnis. Pengusaha dan perusahaan dipaksa untuk merangkul dunia yang berubah pesat, mengembangkan kemampuan berinovasi lebih cepat, bergerak lincah untuk menjalankan sejumlah strategi secara bersamaan. Mereka harus mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang tepat, mengadopsi keterampilan kerja dam budaya perusahaan baru untuk mendukung transformasi perusahaan. Demikian salah satu bahasan dalam Disruptive Technology.

Di antara nama-nama besar yang hadir mencakup Sukan Makmuri - CTO, Kudo; Daniel Pang - Regional Business Development, App Annie; Martin Hartono - CEO, GDP Venture; Norman Sasono - Co-founder & CTO, Bizzy; Akshay Garg - Co-founder & CEO, Kredivo; Leo Koesmanto – Executive Director & Head of DigiBank DBS; and Riel Tasmaya - Founder & CEO, Muslimarket. Mereka ini hanyalah beberapa dari jajaran 80 pembicara kawakan dan ahli dalam bidang masing-masing. Di saat yang sama, lembaga-lembaga ternama juga akan ikut hadir, antara lain: Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Google, Facebook, termasuk sejumlah Venture Capital dan perusahaan multi nasional.

Kehadiran teknologi senantiasa mendorong adanya inovasi dan perubahan, serta menyajikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia bisnis. GMIC Indonesia 2017 akan menjadi wadah bagi para penggiat teknologi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang industri teknologi, khususnya yang bergerak dalam bidang mobile dan internet. Di samping itu, peserta juga memiliki kesempatan untuk memperluas jaringan bisnis. Kedepannya GMIC Indonesia 2017 diharapkan dapat menjadi pusat pertemuan teknologi di Asia Tenggara.

--- Sandy Romualdus

Komentar