Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

UKM Kongres Koperasi Amanatkan Kementerian Koperasi Jadi Kementerian Teknis 28 Aug 2017 21:07

Article image
Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM, Agus Muharram (Foto: Humas Kemenkop)
Harapannya, dari Judicial Review dapat dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) sehingga Kementerian Koperasi sudah bisa melaksanakan kebijakan teknis pada tahun depan.

SUMEDANG, IndonesiaSatu.co -- Amandemen Undang Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara agar Kementerian Koperasi dan UKM menjadi Kementerian Koperasi yang dapat melaksanakan Kebijakan Teknis adalah skala prioritas yang tahun ini harus bisa digolkan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) sesuai amanat Kongres Koperasi ke III di Makasar pada tanggal 12 Juli 2017 yang lalu.

Itulah isu utama yang dibicarakan Kementerian Koperasi dan UKM , Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin)  Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) di Lt 2 Ruang Rapat Ikopin, Jl Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (28/8/2017).

"Amandemen UU No.39/2008 adalah salah satu skala prioritas dari 17 rekomendasi Kongres Koperasi yang tahun ini harus bisa ditindak lanjuti oleh Gerakan Koperasi melalu Dekopin," kata Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM, Agus Muharram usai diskusi percepatan rekomendasi hasil kongres koperasi.

Dengan teramandemennya UU No39/2008 kata Agus Muharram, ke depan Kementerian Koperasi dan UKM bisa naik kelas, menjadi Kementerian Koperasi yang mempunyai tugas pokok dan fungsi tidak lagi hanya sekedar membantu Presiden dalam perumusan kebijakan pemberdayaan koperasi,  melaksanakan fungsi koordinasi dan singkronisasi program-program pemerintah, tetapi juga mempunyai fungsi melaksanakan kebijakan teknis operasional dalam pemberdayaan koperasi.

Jika nanti Kementerian Koperasi naik kelas, jelas Agus Muharram, pegiat koperasi yang ingin berbisnis atau menyelenggarakan bisnis di berbagai sektor produksi bisa langsung melalui dan  berada dibawah koordinasi Kementerian Koperasi saja, atau tidak perlu lagi harus melalui kementerian teknis yang membidangi sektor-sektor ekonomi lain diluar koperasi yang selama ini berjalan.

"Kecuali  bisnis sektor sektor produksi yang diselenggarakan oleh perusahan atau badan hukum yang bukan koperasi. Harapannya, dari Judicial Review dapat dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Itu harapan dari Gerakan Koperasi sehingga Kementerian Koperasi sudah bisa melaksanakan kebijakan teknis pada tahun depan," ujarnya.

Poin penting lain yang juga diharapkan Gerakan Koperasi adalah bisa diselesaikannya rencana pembentukan Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi Simpan Pinjam (LPS-KSP) pada tahun ini.

"Pembentukan LPS-KSP diharapkan juga bisa dikeluarkan peraturannya tahun ini. Tidak harus melalui UU, mungkin saja dapat saja dapat melalui peraturan pemerintah, dan ini tentu memerkukan kajian lebih lanjut" tambah Agus Muharram.

--- Ernie Elu Wea

Komentar