Breaking News

POLITIK Konsolidasi Pilkada 2020, Golkar NTT Gelar Rakerda 12 Sep 2019 19:01

Article image
Ketua DPD 1 Golkar NTT, Melki Laka Lena saat memimpin rapat di 'Rumah Kuning' Malaka. (Foto: Vox NTT)
“Jadi, Golkar menargetkan minimal menang di enam daerah dari 9 kabupaten yang akan mengikuti Pilkada,” kata Melki.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Partai Golongan Karya (Golkar) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2020 mendatang.

Dilansir Vox NTT, kegiatan yang dihadiri seluruh pengurus DPD 1 Golkar NTT itu berlangsung di Aula Kantor Golkar NTT, Rabu (11/09/19).

Ketua DPD 1 Golkar NTT, Melki Laka Lena mengatakan bahwa kegiatan Rakerda ini terkait Pilkada di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Sabu Raijua. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian terakhir Rakerda terkait Pilkada untuk 9 kabupaten di NTT.

“Kemarin kita juga membuat kegiatan di Labuan Bajo untuk Pilkada Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Ngada, juga beberapa kabupaten lainnya,” kata Melki.

Melki menerangkan, tujuan Rakerda juga yakni guna membuat rekaman dan beberapa rekomendasi bagaimana partai Golkar di tingkat DPD 1 dan khususnya di DPD 2 harus merespon terkait dengan dinamika politik menuju Pilkada tahun 2020 mendatang.

Untuk Pilkada di Kabupaten TTU, kata Melki, sesuai aspirasi dan mendengar dari Fraksi Golkar dan DPD 1 telah menyepakati bahwa calon Bupati TTU dari Golkar yakni Gabriel Manek.

“Jadi, Pak Gabriel Manek itu diputuskan sebagai calon Bupati dan kemudian tinggal mencari siapa yang kemudian calon Wakil Bupati yang akan mendampingi Pak Gabrieldi Pilkada 2020 mendatang. Tentu seperti biasanya, kita akan melakukan mekanisme survei terhadap calon Wakil Bupati nanti,” jelas Melki.

Sedangkan, untuk Kabupaten Sabu Raijua telah mengidentifikasi tiga orang calon Bupati yang akan maju.

“Selain Pak Anik, ada dua juga yang lain. Pak Anik itu Ketua Golkar yang juga Bupati sekarang. Dan sekitar 6 orang calon Wakil Bupati. Lagi-lagi kita melakukan survei. Kalau survei pak Anik bagus pasti kita dorong beliau,” tutur Melki.

Ia mengatakan, calon yang diusung dari Partai Golkar adalah figur yang betul-betul menjadi keinginan masyarakat di kabupaten tersebut.

“Di Manggarai Barat, kami masih punya tiga orang kemungkinan menjadi calon Bupati tahun 2020. Ada pak Mateus Hamsi, ada pak Blasius Jeramun, ada Maxi Adi Pati Pari. Tiga-tiganya kita akan melakukan survei bagaimana elektabilitas mereka bertiga,” kata Melki.

Sedangkan, untuk Kabupaten Manggarai, akan memfokuskan kader sendiri.

“Ketua DPD 2 sudah menyatakan siap, ibu Osy Gandut. Kalau survei ibu Osy tinggi, ibu Osy akan maju menjadi calon Bupati. Paling tidak, minimal calon Wakil Bupati,” imbuhnya.

Sementara untuk Kabupaten Ngada, Partai Gokar mengusung kader sendiri yakni Andreas Paru.

“Wakil Bupati kami sedang cari dari partai atau dari orang yang pas mendampingi beliau,” ungkapnya.

Golkar NTT, kata Alumni PMKRI ini, menargetkan paling tidak menang di enam daerah Pilkada.

“Jadi, Golkar menargetkan minimal menang di enam daerah dari 9 kabupaten yang akan mengikuti Pilkada,” tegasnya.

Sementara untuk survei, masih menunggu jadwal dari DPP Golkar.

“Apakah dibuat akhir tahun atau di awal tahun. Setelah ini kita akan melakukan rapat bersama DPP Partai Golkar. Apakah bulan Oktober atau November. Baru dimulai survei dan dari Lembaga mana saja,” tutup Melki.

--- Guche Montero

Komentar