Breaking News

INTERNASIONAL Konsulat di Yerusalem Ditutup, Misi Diplomatik AS-Palestina Dialihkan ke Kedubes Israel 05 Mar 2019 12:26

Article image
Gedung Konsulat AS di Yerusalem. (Foto: Getty iamges)
Juru runding Palestina Saeb Erekat menyatakan, penutupan misi diplomasi AS di Yerusalem adalah “langkah terakhir yang mengakhiri” upaya-upaya perdamaian di kawasan itu.

YERUSALEM, IndonesiaSatu.co -- Amerika Serikat (AS) secara resmi menutup konsulatnya di Yerusalem dan mengawali era baru dalam misi diplomatik AS untuk Palestina.

Seperti dilansir welt.de, Selasa (5/3/2019), pasca penutupan konsulat semua aktivitas diplomatik AS dengan Palestina akan berada di bawah kedutaan baru AS untuk Israel di kota Yerusalem.

Selama ini konsulat AS di Yerusalem menjalankan hubungan atau komunikasi langsung ke Washington terkait urusan dengan Palestina.

Namun kini semua urusan tersebut diatur oleh “Unit Urusan Palestina” di bawah kendali Duta Besar AS untuk Israel David Friedman.

Otoritas Palestina mengeluarkan tanggapan negatif terkait penutupan konsulat AS di Yerusalem.

Melalui akun Twitter-nya, juru runding senior Palestina Saeb Erekat menyatakan, penutupan misi diplomatik AS di Yerusalem adalah “langkah terakhir yang mengakhiri” upaya-upaya perdamaian di kawasan itu.

Reaksi negatif warga Palestina juga ditunjukkan dengan melakukan boikot terhadap AS menyusul pengakuan pemerintahan Presiden Donald Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, pada Desember 2017.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan, langkah menutup konsulat dan misi AS untuk Palestina di Yerusalem diambil dengan pertimbangan efisiensi. Sedangkan upaya perdamaian akan terus dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab bersama.

Informasi dari Kemenlu AS menyebutkan, gedung yang selama ini menjadi konsulat AS di Jalan Agron, Yerusalem akan dialihkan menjadi kediaman resmi duta besar AS untuk Israel.

--- Rikard Mosa Dhae