Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

KESEHATAN Konsumsi Kurma, Cegah Stroke dan Serangan Jantung 10 Jun 2017 13:22

Article image
Buah kurma memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.Foto: ist)
Mengonsumsi kurma mengurangi tingkat trigliserida dalam darah berarti juga menurunkan risiko pengerasan pembuluh darah (ateroklirosis), serangan jantung, dan stroke.

KURMA merupakan buah kering manis favorit saat bulan puasa, yang memiliki rasa manis dan lezat. Pohon kurma tumbuh dengan baik di daerah kering seperti di wilayah Timur Tengah.

Berikut beberapa khasiat dan manfaat makan kurma bagi kesehatan tubuh kita sebagaimana direkomendasikan carakhasiatmanfaat.com:

Mengandung vitamin dan mineral penting

Kurma mengandung sejumlah mineral dan vitamin penting yang berguna untuk menjaga kesehatan. Kandungan Vitamin terbesar dalam buah kurma adalah vitamin B kompleks , khususnya yang tertinggi adalah kandungan vitamin B – 6 . Vitamin B ini bermanfaat untuk membantu tubuh metabolisme makanan dan pembentukan sel-sel darah baru. Vitamin lainnya termasuk vitamin K dan vitamin A.

Kurma juga mengandung mineral dengan jumlah yang sangat baik, dengan kalium yang berada pada urutan teratas. Disusul oleh Tembaga, mangan, magnesium, kalsium, fosfor, zat besi dan seng. Sebenarnya tubuh hanya membutuhkan sedikit mineral saja, namun jika sampai tubuh kekurangan (meskipun hanya 1 jenis) bisa berdampak fatal bagi kesehatan.

Menurunkan kolesterol

Hanya satu biji buah kurma mengandung 1,6 gram serat, atau 6 persen dari asupan harian yang direkomendasikan. Serat dikenal manfaatnya membantu menurunkan kolesterol, mencegah obesitas, penyakit jantung dan kanker kolorektal .

Menurut Critical Reviews in Food Science and Nutrition edisi 2008, serat yang terdapat dalam buah kurma terutama adalah serat larut yang berkhasiat mengikat lemak serta kolesterol dan membawanya keluar dari tubuh kita.

Tidak menaikkan gula darah

Kebanyakan orang percaya bahwa makan kurma bisa meningkatkan kadar gula darah, karena rasa manis yang menjadi alasan utama. Namun, penelitian telah menunjukkan hasil yang sebaliknya. Nutrition Journal pada 28 Mei 2011 melaporkan studi mengonsumsi kurma pada penderita diabetes . Studi ini menunjukkan walau kurma mengandung gula alami yang tinggi, namun memiliki indeks glikemik rendah, dan tidak secara signifikan dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dimakan. Meskipun demikian,  penderita diabetes harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menambahkan kurma ke dalam diet. Hal ini agar kadar gula darah penderita dapat dimonitor, dan dapat ditentukan bagaimana kurma memengaruhi kadar gula secara pribadi.

Menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke

Selain serat dalam kurma yang memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol , peneliti di Technion melaporkan bahwa kurma juga memiliki hasil yang lebih baik dalam menurunkan tingkat trigliserida (trigliserida merupakan jenis lemak dalam darah yang lain).

Sebuah studi yang diterbitkan Journal of Agricultural and Food Chemistry edisi 9 September 2009 menunjukkan bahwa mengonsumsi kurma dapat menurunkan kadar trigliserida dalam darah hingga sebesar 8 sampai 15 persen.

Sementara menurut National Institutes of Health, mengonsumsi kurma mengurangi tingkat trigliserida dalam darah berarti juga menurunkan risiko pengerasan pembuluh darah (ateroklirosis), serangan jantung dan stroke.

 

 

--- Simon Leya

Komentar