Breaking News

INTERNASIONAL Kontak Senjata antara Militer Somalia dan Milisi al-Shabab, Sedikitnya 66 Orang Tewas 02 Dec 2020 21:16

Article image
Milisi al-Shabab di Somalia yang juga kerap memaksa anak-anak ikut dalam aksi-aksinya. (Foto: dw.de)
Pemerintah Somalia mendapat dukungan dari Uni Afrika dan militer Amerika Serikat untuk menghadapi gerakan pemberontakan milisi al-Shabab.

BA’ADWEYNE, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah Somalia mengumumkan, sedikitnya 66 orang tewas dalam kontak senjata antara pasukan pemerintah dan kelompok milisi al-Shabab, pada awal pekan ini.

Disitir dari Spiegel Online, Rabu (2/12/2020), seorang pejabat militer Somalia mengatakan, kontak senjata terjadi ketika milisi al-Shabab melakukan serangan terhadap wilayah Ba’adweyne, di bagian tengah negara itu.

Otoritas setempat menyebutkan, 51 dari 66 korban tewas dalam peristiwa tersebut adalah anggota milisi al-Shabab.

Sedangkan 15 korban lainnya merupakan aparat keamanan dan warga sipil.

Sementara itu, kubu al-Shabab mengatakan, serangan tersebut dinilai cukup berhasil karena jumlah tentara Somalia yang menjadi korban lebih tinggi dari serangan-serangan sebelumnya.

Kelompok milisi al-Shabab yang juga disebut sebagai kelompok teroris Muslim melakukan sejumlah serangan sejak bertahun-tahun dalam upaya menguasai wilayah tengah dan selatan Somalia. Kelompok tersebut kerap memaksa keluarga-keluarga di wilayah yang dikuasai untuk menyerahkan pemuda belia untuk ikut dalam aksi-aksinya.

Pemerintah Somalia mendapat dukungan dari Uni Afrika dan militer Amerika Serikat untuk menghadapi gerakan pemberontakan milisi al-Shabab.

Meski demikian, sejumlah media AS menyebutkan, Presiden Donald Trump akan menarik semua tentaranya yang berjumlah lebih dari 700 orang dari seluruh pos di Somalia sebelum mengakhiri masa jabatannya pada Januari mendatang.

--- Rikard Mosa Dhae