Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

NASIONAL Korban Gempa di Lombok 98 Orang, PM Malaysia Turut Berduka Cita 08 Aug 2018 06:11

Article image
Puing-puing rumah yang hancur karena gempa bumi di Lombok. (Foto: Ist)
Melalui pembicaraan telepon, PM Mahathir menyampaikan rasa duka cita tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (7/8/2018), sekitar pukul 15.00 WIB.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Gempa bermagnitudo 7 mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dan wilayah sekitarnya pada Minggu (5/8/2018) sekitar pukul 18.46 WIB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Senin (6/8/2018) sore, korban meninggal dunia pascagempa di Lombok mencapai 98 orang. Sementara itu, ada 236 korban mengalami luka-luka. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Selain itu, tercatat ada 20.000 orang yang mengungsi di beberapa titik pengungsian.

Gempa yang terjadi di Lombok menggugah perhatian masyarakat internasional. Melalui pembicaraan telepon, PM Mahathir menyampaikan rasa duka cita tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (7/8/2018), sekitar pukul 15.00 WIB.

“Yang Mulia Tun Mahathir, terima kasih atas telepon Bapak. Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian pemerintah dan rakyat Malaysia terhadap bencana gempa bumi di Lombok Utara yang juga terasa di Bali dan juga Jawa bagian timur,” kata Presiden di Istana Merdeka.

Kepada PM Mahathir, Presiden menceritakan kejadian gempa dan menyampaikan jumlah korban meninggal dunia hingga saat ini yaitu 105 orang dan korban luka-luka sebanyak 236 orang.

Saat ini, tutur Presiden, penanganan dampak bencana dan proses evakuasi terus dilakukan, termasuk melakukan evakuasi warga negara asing.

“Sekali lagi, terima kasih atas persaudaraan yang ditunjukkan Malaysia. Terima kasih atas telepon Tun Mahathir yang sedang berada di Jepang,” pungkas Presiden. 

--- Redem Kono

Komentar