Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

HUKUM Korupsi e-KTP, Andi Narogong: Saya Melukai Perasaan Seluruh Bangsa Indonesia 15 Dec 2017 06:11

Article image
Andi Agustinus alias Andi Narogong ketika menjadi tahanan KPK. (Foto: Ist)
Andi Narogong juga meminta kepada hakim agar membuka kembali segala aset miliknya yang selama ini diblokir. Andi mengatakan ingin segera melunasi denda yang dibebankan padanya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coAndi Agustinus alias Andi Narogong mengaku sangat menyesal atas kesalahannya dalam korupsi proyek pengadaan e-KTP. Ia mengaku bersalah karena mencederai cita-cita besar untuk membuat identitas bangsa melalui e-KTP.

Penyesalan ini diungkapkan Andi dalam sidang pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Kamis, (14/12/2017).

"Saya mengakui kesalahan saya. Saya menyesal telah melukai perasaan seluruh bangsa Indonesia," kata Andi.

Andi Narogong juga meminta kepada hakim agar membuka kembali segala aset miliknya yang selama ini diblokir. Andi mengatakan ingin segera melunasi denda yang dibebankan padanya.

"Mengenai segala aspek rekening, aset atas nama saya, keluarga saya serta saudara saya yang disita kiranya berkenan untuk dikembalikan," ujarnya.

Dalam sidang tuntutan 7 Desember 2017 lalu. Jaksa menuntut Andi Narogong untuk membayar uang pengganti sebesar US$ 2,15 juta dan Rp 1,1 miliar. Uang tersebut dihitung dari banyaknya dana yang diterima terdakwa dari proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

Selanjutnya, Andi Narogong mengatakan bahwa hal yang menimpa saat ini adalah teguran Tuhan. Teguran tersebut agar dirinya menjadi manusia lebih baik. Oleh karena itu, dia akan menerima apapun keputusan yang akan berikan hakim.

"Apapun keputusan vonis yang diberikan yang mulia, saya akan terima dengan sabar dan ikhlas," katanya.

Menanggapi pledoi Andi Narogong itu, jaksa penuntut umum KPK mengatakan tetap kukuh pada tuntutan sebelumnya. Andi dituntut dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Jaksa menilai Andi  terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi sesuai dengan dakwaan kedua.

--- Redem Kono

Komentar