Breaking News

HUKUM KPK Hibahkan Tanah Milik M Nazaruddin dan Sutan Bhatoegana Kepada BNN dan Kejaksaan 20 Feb 2019 12:46

Article image
Mantan Bendahara Partai Golkar M Nazaruddin. (Foto: Tempo.co)
Aset yang berupa tanah dan bangunan milik mantan Bendahara Golkar M Nazaruddin, politisi Partai Demokrat almarhum Sutan Bhatoegana dan Fuad Amin dihibahkan kepada BNN dan Kejaksaan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghibahkan aset barang rampasan milik terpidana korupsi senilai Rp 110 miliar untuk Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Aset yang berupa tanah dan bangunan tersebut masing-masing adalah milik mantan Bendahara Partai Golkar M Nazaruddin, politisi Partai Demokrat almarhum Sutan Bhatoegana, dan Fuad Amin yang berlokasi di Jakarta, Bali, dan Sumatera Utara.

"Hari ini kita serahkan dua kegiatan rampasan negara kepada Jaksa Agung dan Kepala BNN," ujar Deputi Penindakan KPK, Brigjen Pol Firly di Gedung Lama KPK, Jalan HR Rasuna Said Kavling C1, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2019).

Aset tanah milik terpidana M. Nazaruddin senilai Rp 94.259.142.000 seluas 9.944 M persegi di Jalan Duren Tiga VIII, Pancoran, Jakarta Selatan,. Tanah tersebut dihibahkan kepada BNN.

Tanah milik almarhum Sutan Bhatoegana senilai Rp 5.196.837.000 dengan luas 1.194 M2 beserta bangunan luas 476 M2 terletak di Jalan Kenanga Raya, Tanjung Sari, Medan,. Tanah beserta bangunan tersebut dihibahkan kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Sedangkan tanah seluas 829 M2 dan bangunan 593 M2 di Perumahan Kubu Pratama Indah, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Denpasar Barat, Bali, milik terpidana Fuad Amin, senilai Rp 10.782.506.000 dihibahkan kepada Kejaksaan Tinggi Bali.

Aset tersebut diserahkan langsung dengan mekanisme Penetapan Status Penggunan (PSP) ke Kepala BNN, Heru Winarko, dan Kepala Kejaksaan Agung, HM. Prasetyo.

"Mudah-mudahan apa yang diberikan ini adalah bisa menjadi penyemangat di dalam sinergitas dan trigger mechanism di antara kita antara KPK dengan Jaksa agung, Kepala BNN dan sebaliknya," kata Firly.

--- Simon Leya

Komentar