Breaking News

KEUANGAN Kredit Danamon Tumbuh 11 Persen di Semester I - 2019 26 Jul 2019 10:14

Article image
Paparan Kinerja Bank Danamon. (Foto: ist)
Sementara itu, dalam laporan keuangannya, Bank Danamon mencatat rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat di posisi 3,2 persen dibandingkan 3,3 persen di akhir semester pertama tahun 2018.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- PT Bank Danamon Indonesia Tbk melaporkan, pada semester pertama tahun 2019 berhasil membukukan pertumbuhan total portofolio kredit dan trade finance sebesar 11% menjadi Rp148 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Bank Danamon Satinder Ahluwalia memaparkan, pada paruh pertama tahun ini, Bank juga mencatatkan pertumbuhan di sisi simpanan. Untuk giro dan tabungan (Current Account Savings Accounts/CASA) naik 8 persen, sementara Deposito naik 16 persen dibandingkan setahun sebelumnya.

"Di semester pertama tahun 2019, Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after taxes/NPAT) sebesar Rp 1,8 triliun,"paparnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, (24/7/2019).

Satinder melanjutkan, sejak 1 Mei 2019, Bank Danamon resmi dimiliki MUFG sebesar 94,1 persen, sekaligus telah bergabung secara hukum dengan Bank Nusantara Parahyangan (BNP). Dengan MUFG sebagai pemegang saham pengendali tunggal, Bank mendapatkan manfaat dari jaringan nasabah global serta pengalaman internasional MUFG, untuk melengkapi keunggulan dan jaringan Danamon di Indonesia.

"Fokus Bank dalam beberapa inisiatif penting di semester pertama tahun 2019 telah membantu kami untuk mempercepat pertumbuhan kredit. Tuntasnya proses penggabungan dan investasi MUFG di Danamon juga membuka peluang baru dan kolaborasi untuk Danamon yang baru dan lebih kuat,"ujar Satinder.

Lebih jauh Satinder menambahkan, peningkatan pada jaringan digital serta kualitas layanan secara keseluruhan terus menunjukkan hasil. Kredit yang disalurkan terus bertumbuh di sejumlah segmen kunci, termasuk Consumer Mortgage, Enterprise Banking, serta pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance.

NPL

Sementara itu, dalam laporan keuangannya, Bank Danamon mencatat rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat di posisi 3,2 persen dibandingkan 3,3 persen di akhir semester pertama tahun 2018.

Chief Financial Officer dan Direktur Bank Danamon Satinder Ahluwalia mengatakan, angka ini terbilang normal mengingat banyaknya portofolio yang dimiliki oleh Bank Danamon. "Kalau dibandingkan dengan industri yang lainnya, sudah lumayan dekat, tapi perlu diingat portofolio kami yang besar,"ujar Satinder.

Dia melanjutkan, meski pada paruh pertama masih berkisar pada angka 3 persen, dirinya optimis NPL dapat turun pada kuartal berikutnya. Hal itu didukung dengan langkah yang akan diambil Danamon seperti penagihan dan recovery.

"Penagihan dan recovery ini bukan hanya menyasar ke segmen kecil, tapi juga UKM di segmen besar seperti komersil . Kami akan terus meningkatkan penerapan prosedur pengelolaan risiko dan manajemen kualitas aset yang pruden, melalui proses underwriting, monitoring, collection dan recovery kredit yang disiplin,"ujarnya.

Rasio biaya kredit (Cost of Credit Ratio) juga membaik di posisi 2,5 persen dibandingkan 2,6 persen setahun sebelumnya. Sementara itu di sisi lain, dalam laporan kinerjanya, Bank Danamon melaporkan rasio kecukupan modal Bank Danamon (CAR) tetap menjadi salah satu yang terkuat dikelasnya. Pasca penggabungan dengan BNP, CAR konsolidasian dan CAR Bank-only masingmasing berada pada posisi 21,7 persen dan 22,2 persen.

--- Sandy Romualdus

Tags:
bank danamon

Komentar