Breaking News

MEGAPOLITAN Kritik Gerindra, PKS: Tidak Perlu Ada Fit and Proper Test Cawagub DKI 21 Nov 2018 13:34

Article image
Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta Sakhir Purnomo. (Foto: Ist)
Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta Sakhir Purnomo mengatakan, fit and proper test tersebut tidak perlu lagi dilakukan serta hanya menimbulkan persepsi bahwa DPD Gerindra DKI Jakarta tidak komitmen.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Lambannya penetapan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai Cawagub DKI Jakarta dikritik. Kritik datang dari PKS DKI Jakarta yang menyasar pada usulan dari DPD Gerindra DKI Jakarta mengenai fit and proper test cawagub pengganti Sandiaga Uno.

Adapun kedua nama yang diajukan PKS untuk menjadi Cawagub DKI adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Agung Yulianto menjabat sebagai Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta (2014-2020). Sementara Ahmad Syaikhu merupakan mantan Wakil Walikota Bekasi (2013-2018).

Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta Sakhir Purnomo mengatakan, fit and proper test tersebut tidak perlu lagi dilakukan serta hanya menimbulkan persepsi bahwa DPD Gerindra DKI Jakarta tidak komitmen.

“Dua nama yang diajukan PKS merupakan hasil keputusan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS dan keduanya memiliki pengalaman mumpuni, baik dalam tata kelola pemerintahan khususnya bidang keuangan maupun di bidang politik," kata Sakhir, Selasa (20/11/2018).

Di sisi lain, Ketua Umun Partai Gerindra Prabowo Subianto telah berkomitmen di hadapan Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman bahwa sosok Wakil Gubernur DKI pengganti Sandiaga S. Uno adalah kader PKS.

"Jadi, fit and proper test tidak relevan dan tidak perlu lagi dilakukan, apanya lagi yang mau diuji?” kata Sakhir mempertanyakan.

Sedangkan, menurut undang-undang, untuk mengganti posisi kepala atau wakil kepala daerah, koalisi partai pengusung  harus menyerahkan dua nama untuk disepakati secara musyawarah mufakat oleh internal DPRD. Dalam aturan tersebut, tidak ada ketentuan bagi partai pengusung untuk membentuk fit and proper test untuk mengganti kepala atau wakil kepala daerah yang ditinggalkan.

Sakhir melihat masyarakat DKI Jakarta telah lama menunggu kehadiran sosok pendamping Gubernur Anies. Ditambah, agenda gubernur terlampau padat dan membutuhkan representasi kehadiran wakil gubernur.

--- Redem Kono

Komentar