Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

HANKAM KSP Moeldoko: Pemerintah Tegas Berantas Terorisme 21 May 2018 11:50

Article image
KSP Moeldoko saat menerima kunjungan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet. (Foto: Ist)
Dunia tak perlu khawatir terhadap situasi keamanan di Indonesia, termasuk keamanan warga internasional yang ada di Indonesia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai serangkaian aksi terorisme yang terjadi di Indonesia beberapa saat terakhir tidak perlu dicemaskan. Situasi keamanan Indonesia masih dalam keadaan baik, ditambah adanya ketegasan sikap pemerintah bahwa langkah-langkah pemberantasan terorisme harus dituntaskan sampai ke akar-akarnya.

Pernyataan itu disampaikan Moeldoko saat menerima kunjungan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat, (18/5/2018).

“Terorisme dapat terjadi di mana saja. Pada saat ini, saya juga menyampaikan belasungkawa serta rasa simpati atas tindak terorisme berupa penusukan yang menelan korban jiwa dan luka di Paris pada akhir pekan lalu,” ujar Moeldoko.

Panglima TNI 2013-2015 ini memberi penekanan bahwa dunia tak perlu khawatir terhadap situasi keamanan di Indonesia, termasuk keamanan warga internasional yang ada di Indonesia.

“Pada dasarnya, kepolisian memiliki data yang cukup akurat mengenai jaringan-jaringan teroris. Harapan kami dengan disahkannya revisi UU Terorisme dapat memberi keleluasaan pada aparat untuk menangkap mereka sebelum dilakukannya tindakan teroris,” kata Moeldoko.

Dalam kesempatan ini, Dubes Prancis juga didampingi konselor pertama Charles-Henri Brosseau,  Konselor Ekonomi Jean-Alexandre Egéa dan Atase Pertahanan Gaël Lacroix.

“Kami rasa sangat penting bagi kedua Presiden untuk berdialog,” kata Berthonnet sembari mengusulkan pertemuan Presiden Jokowi dan Emmanuel Macron pada pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali, Oktober mendatang.

--- Redem Kono

Komentar