Breaking News

ASURANSI Kuartal I-2019, Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp 34,51 Triliun  20 Jun 2019 12:04

Article image
Paparan Kinerja anggota AAJI kuartal pertama 2019. (Foto: ist)
Proporsi terbesar Pembayaran Klaim dan Manfaat adalah Klaim Nilai Tebus (Surrender) yang mencapai 54,1%.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Klaim dan Manfaat yang dibayarkan Industri Asuransi Jiwa Indonesia Kuartal I-2019 sebesar Rp 34,51 triliun. 

Berdasarkan data AAJI periode kuartal I tahun 2010 sampai dengan kuartal I tahun 2019 bahwa rata-rata pertumbuhan nilai klaim dan manfaat yang dibayarkan menunjukkan peningkatan sekitar 13,1%, dimana dalam 10 tahun tersebut total klaim yang sudah dibayarkan sebesar Rp 34,51 triliun atau rata-rata per tahun untuk klaim yang dibayarkan sebesar Rp 20,81 triliun.

Ketua Bidang AAJI Wiroyo Karsono menjelaskan, proporsi terbesar Pembayaran Klaim dan Manfaat adalah Klaim Nilai Tebus (Surrender) yang mencapai 54,1%, melambat 10,2% menjadi Rp18,69 triliun di Q1 2019 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Kami melihat menurunnya klaim surrender ini sebagai sinyal positif membaiknya kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk asuransi jiwa, khususnya produk unit link, dan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berasuransi dan berinvestasi jangka panjang” jelas Wiroyo di Jakarta, Kamis (20/6).

Klaim Penarikan Sebagian (Partial Withdrawal) berkontribusi sebesar 13,3%, turut mengalami pertumbuhan sebesar 1,6% dibandingkan periode yang sama di kuartal pertama 2018, dari Rp4,51 triliun menjadi Rp4,58 triliun.

Sementara Klaim Kesehatan (Medical) mengalami peningkatan 7,3% menjadi Rp2,60 triliun, yang dipengaruhi oleh meningkatnya Klaim Kesehatan Perorangan sebesar 14,0% dan Klaim Kesehatan Kumpulan sebesar 1,9%. Disusul Klaim Lain-lain (Other) yang meningkat sebesar 4,7%.

Total Tertanggung

Di kuartal pertama 2019, pertumbuhan total tertanggung industri asuransi jiwa mencatatkan perlambatan sebesar 9,1%, menjadi hampir 53 juta orang dibandingkan periode yang sama di 2018 sebanyak 58 juta orang.

Penurunan jumlah tertanggung sebagian besar terjadi di polis-polis kumpulan sebesar 13,0%. Terkait Tenaga Pemasar, AAJI terus berusaha untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat dengan merekrut tenaga pemasaran yang handal dan berkualitas.

Kepala Departemen Komunikasi Nini Sumohandoyo mengatakan, jumlah Tenaga Pemasar asuransi jiwa berlisensi pada kuartal pertama 2019 meningkat 0,4% menjadi 595.192 orang, dibandingkan periode tahun sebelumnya berjumlah 592.913 orang, dimana 90,3% dari total tenaga pemasar tersebut berasal dari saluran keagenan.

"Kedepannya, AAJI akan terus berkomitmen untuk mengembangkan Tenaga Pemasar berlisensi yang handal dan berkualitas dalam memberikan pelayanan untuk Nasabah dalam jangka panjang," jelas Nini.

AAJI juga mencatat, berdasarkan saluran distribusi pada kuartal pertama 2019: Saluran Keagenan relatif stabil menjadi 537.252 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebanyak 540.058 orang; Bancassurance meningkat 6,4% menjadi 30.299 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebanyak 28.464 orang; dan Saluran alternatif meningkat 13,3% menjadi 27.641 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebanyak 24.391 orang.

“Dengan jumlah Tenaga Pemasar asuransi jiwa berlisensi yang semakin kuat, dan melihat penetrasi asuransi jiwa yang masih relatif rendah di angka 6,5%, kami yakin potensi pertumbuhan industri asuransi jiwa Indonesia masih sangat menjanjikan”, tutup Nini.

--- Sandy Romualdus

Tags:
aaji

Komentar