Breaking News

INDUSTRI Kuartal Pertama 2019, Pendapatan Semen Indonesia Tumbuh 22,8% 04 May 2019 11:42

Article image
Lokasi pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (Foto: ist)
Pendapatan Perseroan di 1Q19 sebesar Rp 8.127 milyar, atau mengalami kenaikan sebesar 22,8% dibanding pada 1Q18 sebesar Rp 6.618 milyar.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (Perseroan) mengumumkan Kinerja Keuangan Perseroan periode kuartal pertama tahun 2019 (1Q19) dengan catatan pendapatan tumbuh 22,8%.

"Pendapatan Perseroan di 1Q19 sebesar Rp 8.127 milyar, atau mengalami kenaikan sebesar 22,8% dibanding pada 1Q18 sebesar Rp 6.618 milyar," Ungkap Sigit Wahono, GM Corporate Communication PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, di Jakarta (3/5/2019).

Sisebutkan juga, pada kuartal pertama 2019 terjadi kenaikanan EBITDA sebesar 37,8% menjadi Rp 1.580 milyar dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 1.147 milyar. "Hal ini merupakan hasil dari program cost transformation yang dilakukan oleh Perseroan," kata Sigit.

Sementara itu, laba bersih Perseroan di kuartal pertama 2019 sebesar Rp 238 milyar, atau mengalami penurunan sebesar 42% dibanding periode yang sama di tahun 2018 sebesar Rp 411 milyar.

"Penurunan laba disebabkan karena adanya kenaikan beban biaya bunga sebesar 210,8% atau sebesar Rp 712 milyar dari beban biaya bunga pada 1Q18 sebesar Rp 229 milyar, yang merupakan dampak dari proses akuisisi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI)," jelas Sigit.

Dari sisi kinerja penjualan, pada Q1 2019, Perseroan secara konsolidasi mencatatkan total volume penjualan domestik dan ekspor sebesar 8.886 juta ton, termasuk penjualan dari SBI yang baru diakuisisi pada Januari 2019. Volume penjualan tersebut naik 19.24% dibanding periode yang sama pada Q1 2018 sebesar 7.451 juta ton (sebelum akuisisi SBI).

Sigit menambhkan, selama Q1 2019, volume penjualan ekspor Perseroan dari fasilitas produksi di Indonesia tercatat sebesar 757 ribu ton, naik sebesar 13.84% dibanding periode yang sama pada Q1 2018 sebesar 665 ribu ton.

--- Sandy Romualdus

Komentar