Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

PERTANIAN Kunjungan Kerja ke NTT, Mentan Ikut Panen Jagung dan Kacang Tanah 14 Mar 2017 16:25

Article image
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (Foto: Ist)
Selain mengikuti panen jagung dan kacang tanah,Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga mendapat gelar adat dari masyarakat Kabupaten Belu, Atambua.

ATAMBUA, IndonesiaSatu.co -- Dalam rangka kunjungan kerjanya ke daerah, Kementerian Pertanian pada Selasa (14/3/2017) melakukan panen jagung dan kacang tanah di  Desa Kenebibi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini langsung dipimpin oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang juga didampingi oleh Bupati Kabupaten Belu Willybrodus Lay, Bupati Kabupaten Malaka, Stefanus Bria Seran dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya. Lahan jagung yang dipanen tercatat sekitar 100 hektar, sementara kacang tanah 25 hektar dengan rata-rata produksi jagung di kabupaten Belu mencapai 3,6 ton per hektar.

"Ini makan kacang tanah langsung itu tidak sakit dan minum air dari sungai juga tidak sakit tapi akhirnya jadi menteri juga. Nanti 3 bulan lagi saya ke sini harus sudah ada jagung yang siap dipanen ya dan di ekspor tinggal dilempar ke perbatasan," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Amran Sulaiman mendapat gelar adat dari masyarakat Kabupaten Belu, Atambua. Gelar yang didapat merupakan “Amana'i” yang artinya adalah sesepuh. 

"Hari ini ditunjuk menjadi Amana'i dari kepala adat, itu tidak sembarang. Kalau ada Amana'i itu ada perubahan kalau tidak ada perubahan itu diletakkan lagi," kata Amran.

Dengan adanya gelar tersebut Amran menyebut dirinya telah menjadi warga Belu yang berarti Menteri Pertanian berasal dari Belu. Ia berpesan kepada ketua adat setempat untuk terus menanam jagung dan pangan lainnya agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri.

"Kami jadi masyarakat Belu dan Malaka hari ini, saya juga jadi warganya Pak Gubernur NTT. Kalau tidak maju nanti Bupati itu malu karena menterinya dari NTT," kata Amran.

Saat pemberian gelar adat, Amran dipakaikan pakaian adat kabupaten Belu oleh masyarakat sekitar. Ia juga disambut tari-tarian adat setempat, tari likurai. 

Bupati Kabupaten Belu, Willybrodus Lay mengatakan, penyematan gelar kepada Amran merupakan inisiatif dari warga sekitar dan sebelumnya belum pernah ada pejabat pemerintah pusat yang mengunjungi daerah tersebut. 

"Saya atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapkan terima kasih dalam kesibukan beliau masih menyempatkan diri untuk melihat kita di tepian negeri. Ini suatu peristiwa yang langka dan luar biasa. Begitu saya sampaikan berita menteri akan datang, masyarakat luar biasa antusias dan masyarakat berinisiatif pak menteri harus dinobatkan. Ini usul dari masyarakat, menurut mereka mentan belum pernah datang di daerah ini," ujar Willy. 

Ia memuji Amran yang datang untuk melakukan panen jagung dan kacang tanah di Kabupaten Belu. 

"Ini luar biasa bisa datang melihat hasil dari jagung dan kacang tanah. Saya laporkan bahwa jagung yang kita tanam di atas 10.000 ha dalam bentuk spot tidak menyatu," ujar Willy. 

--- Ernie Elu Wea

Komentar