Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

PARIWISATA Kunjungan Obama, Kemenangan Pariwisata Bali 27 Jun 2017 07:42

Article image
Presiden ke-44 Amerika Serikat Barrack Obama bersama keluarga sedang menikmati liburan di Bali. Foto: metronews.com)
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut destinasi manapun yang dikunjungi Mantan Presiden Obama itu akan menjadi sangat tersohor di dunia.

DENPASAR, IndonesiaSatu.co – Seperti halnya kunjungan rombongan Raja Salman beberapa waktu lalu, kunjungan Presiden ke-44 Amerika Serikat Barrack Obama bersama keluarga ke Bali Jumat (23/6/2017) sore berdampak pada citra pariwisata Indonesia.

Menurut Gubernur  Bali Made Mangku Pastika, kedatangan Obama adalah kemenangan pariwisata Indonesia, khususnya Bali.

”Kami siap sedia dan kami siap menjamu wisatawan. Enjoy your stay in Bali Mr. President. If you need anything special you can call me (selamat menikmati tinggal di Bali, Pak Presiden. Jika ingin mendapatkan hal-hal khusus yang spesial silakan telepon saya), Indonesia negara aman dan indah, ini menjadi kemenangan Pariwisata Bali di mata dunia internasional,” ujar Gubernur Pastika.

Gubernur Pastika menjelaskan, ada perbedaan kedatangan Obama dengan kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulazis al-Saud. Raja Salman masih menjadi seorang Raja, sedangkan Obama tidak lagi Presiden Amerika Serikat.

”Namun orang Amerika Serikat tidak pernah menyebut Presiden terdahulu sebagai eks Presiden, tetapi tetap Mr. President. Jadi di mata Amerika Serikat, yang sedang liburannya ini adalah tetap Presiden-nya. So, gaungnya juga seperti menyambut presiden,” kata Gubernur Pastika seperti ditulis balipost.com (27/6/2017).

Seperti diketahui Obama datang ke Bali pada Jumat (23/6/2017) sore. Saat tiba di Bali Obama bersama keluarga langsung menuju Hotel Four Season di daerah Ubud. Di hari berikutnya, Obama bersama rombongan mengunjungi Agung Rai Art Museum (Arma), Desa Pengosekan, Ubud, Gianyar, Bali. Setelah mengunjungi Museum Arma, Obama beserta rombongan melanjutkan pleserannya ke salah satu warisan budaya dunia, di area persawahan terasering Jatiluwih di Kabupaten Tabanan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut destinasi manapun yang dikunjungi Mantan Presiden Obama itu akan menjadi sangat tersohor di dunia. Obama betul-betul menjadi endorser pada Pariwisata Indonesia.

“Apa yang dilakukan Gubernur Bali untuk service excellent itu sangat bagus,” kata Menpar Arief Yahya dari Banyuwangi.

Pariwisata, lanjut Arief Yahya, adalah mengelola persepsi publik. “Tugas promosi adalah melukis persepsi, tugas destinasi adalah mendekatkan persepsi dengan kenyataan di lapangan. Ketika promise product sama atau lebih tinggi dari expectation customers, maka PR-ing kita sukses,” sebut Arief Yahya.

“Maka saat inilah timing yang paling bagus mempromosikan Bali lebih keras lagi di mata dan telinga dunia. Karena itu pula saya porsikan budget besar promosi di Time Square Amerika untuk menyambut Barack Obama. Kami genjot sejak kehadirannya ke Bali, Yogyakarta dan Jakarta,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, eksplorasi destinasi wisata Bali tidak akan ada habisnya. Itulah yang membuat Pulau Dewata senantiasa hidup sustainable. Termasuk budaya dan keindahan alam di Jatiluwih yang menjadi warisan budaya dunia.

“Budayanya unik, culture-nya sangat oke, alamnya pun super keren. Momentumnya pas. Silakan eksplor Gianyar, Tabanan, Bali. Welcome to Wonderful Indonesia!” kata Arief Yahya.

--- Simon Leya

Komentar