Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

AGAMA Kunjungan OCI ke Surabaya Disambut Antusias 26 Oct 2017 08:11

Article image
Umat Katolik di Lingkungan TNI/POLRI di Kodiklatal dan Koarmatim bergambar bersama Uskup Suharyo dan Pasbanmilpol Romo Ronny Neto Wuli, Pr seusai misa bersama. (Foto: Redem)
Umat OCI sangat rindu bertemu langsung dan mendengarkan petuah ataupun pengajaran nilai-nilai Injil dari Sang Gembala mereka, Uskup Suharyo.

SURABAYA, IndonesiaSatu.co --Uskup Keuskupan Umat Katolik di Lingkungan TNI/Polri (Ordinariatus Castrensis Indonesia/OCI) Mgr Prof. Dr. Ignatius Suharyo, Pr dan Pastor Bantuan Militer TNI/Polri (Pasbanmilpol) OCI RD Rofinus “Ronny” Neto Wuli, S.Fil, M.Si (Han) mengadakan kunjungan pastoral ke Koarmatim dan Kodiklatal Surabaya di Surabaya pada Rabu pagi, (25/10/2017).

Danpusdiksus Kodiklatal Kolonel Laut (P) Sri Gunanto yang juga Ketua Panitia menjemput rombongan OCI di Bandara Juanda. Selanjutnya, rombongan diterima di pastoran Paroki St Mikhael Surabaya yang juga selama ini melayani para prajurit Katolik di Kodiklatal dan Koarmatim. Ditempat ini Uskup dan Pasbanmilpol rehat sejenak untuk bersalin pakaian dan sarapan pagi sebelum melakukan courtessy call di markas Kodiklatal.

Selanjutnya Uskup OCI dan Pasbanmilpol didampingi Ketua Panitia OCI Kolonel Laut (P) Sri Gunanto menemui Dankodiklatal Laksda I Putu Jamahaadi, yang diwakili oleh Dirhum Laksma Bernard dan Dirdiklat Laksma Greg Agung WD. Rombongan OCI diterima dengan penuh kegembiraan dan persaudaraan. Uskup Suharyo menjelaskan ihwal kedatangan OCI.

“Kami ingin bersilaturahmi dan menyapa umat Katolik di Kodiklatal dan Koarmatim Surabaya ini, untuk menguatkan iman mereka demi perjuangan membela dan mempertahankan NKRI,” ungkap Uskup Suharyo.

Sebagai tanda persaudaraan, OCI dan  Dankodiklatal tukar-menukar cinderamata. Pada akhir, Uskup OCI diberi kesempatan untuk mengisi buku tamu dan memberi kesannya.

"Sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini: dalam persahabatan, persaudaraan dan cinta kasih," kesan irhum Laksma Bernard. 

Dari Gedung Ki Hajar Dewantara dan kompleks Museum Yos Soedarso Uskup OCI bersama Pasbanmilpol menuju Gedung R Muljadi di Kodiklatal. Di sana telah menunggu penuh antusias Umat OCI TNI AL dari Kodiklatal dan Koarmatim serta Kotama Surabaya. 

Wakil umat OCI Laksma TNI Gregorius Agung WD menyuarakan antuasiasme, kegembiraan dan rasa syukur umat atas OCI tersebut. Umat OCI sangat rindu bertemu langsung dan mendengarkan petuah ataupun pengajaran nilai-nilai Injil dari Sang Gembala mereka, Uskup Suharyo.

“Kunjungan ke wilayah ini merupakan yang pertama kali. Kami merindukan kehadiran Uskup dan Pasbanmilpol OCI agar menguatkan keimanan Katolik di tengah perjuangan kami demi bangsa dan Negara,” papar Laksma Greg kepada IndonesiaSatu.co, usai memberikan sambutan.

Selanjutnya, Pasbanmilpol RD Rofinus Neto Wuli memperkenalkan profil OCI sebagai satu-satunya keuskupan kategorial, sekaligus mempertegas komitmen militansi 100 persen Katolik, 100 persen Indonesia. Terutama para prajurit TNI/Polri perlu menanamkan semangat melayani.

“Keyakinan bahwa kita adalah pribadi-pribadi yang dipilih dan dipanggil seharusnya membuat kita menjadi warga Gereja yang bangga dengan jatidiri kita sebagai murid-murid Kristus. Kita sadar bahwa kita dipanggil dan dipilih tidak demi kepentingan diri kita sendiri, melainkan untuk mengikuti Yesus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,” kata Romo Ronny.

Prajurit TNI/Polri yang beragama Katolik dapat menjunjung tinggi nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah prajurit dan Catur Brata. Nilai-nilai ini dapat membantu segenap Prajurit (Perwira-Bintara-Tamtama) dan Purnawirawan untuk menjadi warga Negara yang utuh dan warga Gereja yang utuh pula.

Acara selanjutnya dilakukan pemutaran film dokumenter tentang Mgr Soegija. "Jalan Iman Seorang Patriot" yang juga adalah uskup pertama OCI. Setelah itu, Uskup OCI melakukan wawan hati dengan umat. Uskup mengharapkan warga OCI untuk selalu memegang teguh Pancasila dalam pengabdiannya demi NKRI. Karena Pancasila adalah anugerah Tuhan bagi bangsa Indonesia.

Selain itu, Uskup Keuskupan Agung Jakarta ini juga mengatakan bahwa iman umat Katolik Indonesia harus menyadari bahwa Pancasila dab Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah karya agung Allah.

“NKRI adalah mukjizat Allah, karya agung Allah bagi kita. Karena itu prajurit TNI/Polri perlu menyadari bahwa NKRI itu harga mati,” tegas Uskup.

Pada kesempatan itu juga, OCI akan membagikan buku biografi 20 tahun Mgr Suharyo sebagai Uskup kepada sejumlah perwakilan umat OCI di Surabaya. Dalam buku tersebut terdapat penjelasan mendetal tentang kiprah OCI di tengah prajurit TNI/Polri beragama Katolik. 

Buku biografi Uskup OCI berjudul TERIMA KASIH, BAIK, LANJUTKAN ini dibagikan kepada Bigjen TNI Marinir Kasirun Situmorang (Wadan Kodiklatal), Laksma TNI Gregorius Agung (Dirdiklat Kodiklatal), Kol. Laut (P) Nevy (Aspers Pangarmatim), dan Kol. Laut (P) Sri Gunanto (Danpusdiksus Kodiklatal).

Keseluruhan acara berpuncak pada Misa Kudus yang dirayakan secara konselebran dengan Uskup OCI sebagai Selebran Utama didampingi Rm Ronny Neto Wuli Pr dan Rm Djoko SDB. Koor dimeriahkan oleh Paduan Suara dari Paroki St. Mikhael Surabaya. Pada kesempatan ini dibagikan 350 Rosario Merah Putih dan 145 Majalah HIDUP edisi khusus "Pastoral Gereja Di Tengah Tentara" kepada peserta kegiatan. Acara berakhir dengan santap bersama dalam suasana persaudaraan di Aula Kodiklatal Surabaya.

--- Redem Kono

Komentar