Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

INSPIRASI Bertemu Diaspora Indonesia, Luhut Ungkap Kesederhanaan Keluarga Presiden Jokowi 22 Aug 2017 09:55

Article image
Putra pertama Jokowi Gibran Rakabuming ketika bekerja bersama para karyawannya. (Foto: Ist)
Luhut menceritakan kesederhanaan keluarga Presiden dengan mengisahkan pertemuannya dengan Gibran Rakabuming, putra pertama Presiden Jokowi. Menurut Luhut, Gibran selalu menolak untuk terlibat dalam proyek-proyek pemerintah.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coKeluarga Presiden Jokowi menampilkan kesederhaan bukan hanya dalam kata-kata, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Testimoni ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Pertemuan Diaspora Indonesia ke-4 (IDN-4 Global Summit) di Jakarta, Senin (21/8/2017).

Luhut menceritakan kesederhanaan keluarga Presiden dengan mengisahkan pertemuannya dengan Gibran Rakabuming, putra pertama Presiden Jokowi. Menurut Luhut, Gibran selalu menolak untuk terlibat dalam proyek-proyek pemerintah.

 “Gibran tak pernah mau terlibat dalam proyek-proyek pemerintah,” ujar Luhut.

Luhut menceritakan dirinya pernah menawari proyek kerjasama kepada Gibran. Pada bulan Ramadhan lalu, Luhut yang hadir dalam acara buka puasa dengan Presiden, mengakui sempat bertemu Gibran dan menawarinya membantu suplai makanan katering untuk proyek-proyek penambangan dan pengolahan minyak lepas pantai.

"Oh tidak makasih Om, saya tidak mau berbisnis dengan pemerintah," ujar Luhut menirukan ucapan Gibran.

Alih-alih tertarik dengan tawaran Luhut, Gibran justru menceritakan bisnis kulinernya yang semakin berkembang. Termasuk Martabak Kota Barat (Markobar) yang telah memiliki 21 gerai di 13 kota besar Tanah Air.

Bahkan, Presiden Jokowi pernah menceritakan kepada Luhut bahwa Gibran sudah menolak tawaran-tawaran katering untuk acara pemerintah, sejak dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Pengakuan tersebut, menurut Luhut, menunjukkan bahwa Presiden Jokowi dan keluarganya terbiasa hidup jujur, bersih, dan sederhana.

Saat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM selama dua bulan, Luhut juga mengatakan tidak melihat sedikit pun keterlibatan Presiden Jokowi ataupun keluarganya dalam proyek-proyek energi dan sumber daya mineral.

"Jadi kita mau cari manusia seperti apa lagi? Presiden kita ini sudah berani, tegas, dan mau mendengar terhadap berbagai masukan. Dia juga berani memutuskan sesuatu dan bertanggung jawab atas keputusannya," ujar Luhut.

Prinsip transparansi, profesionalitas, dan kerja keras itulah yang menurut Luhut membawa perubahan bagi Indonesia semenjak pemerintahan Jokowi.

“Bukan hanya pemerataan pembangunan di berbagai daerah di Tanah Air dan pertumbuhan ekonomi yang meningkat hingga lebih dari 5 persen, tetapi kepercayaan masyarakat kepada pemerintah juga semakin bertambah,” pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar