Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

POLITIK Kunjungi Pesantren di Madura, Cawagub Puti Guntur Disambut Ribuan Santri 20 Jan 2018 18:11

Article image
Cawagub Puti Guntur Soekarno ketika disambut para santri. (Foto: Ist)
Meski lahir dari putra sulung Presiden pertama Ir Soekarno, Guntur Soekarno, Puti diajarkan hidup sederhana dan mandiri sejak kecil.

MADURA, IndonesiaSatu.co -- Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno mengunjugi Pondok Pesantren Syaichona Cholil, Bangkalan, Madura, Sabtu (20/1/2018).

 Dalam kunjungannya tersebut, Puti berbagi pengalaman ke ribuan santriwati. Cucu Bung Karno itu menyampaikan pentingnya untuk berani mempunyai cita-cita tinggi.

"Anak-anakku, dari Madura kelak kalian harus menjadi bagian dari kemajuan daerah ini, bermanfaat bagi masyarakat, mengantarkan Madura, Jawa Timur, dan Indonesia kita menjadi pemenang di kancah global," ujarnya.

Puti lantas menceritakan bagaimana saat remaja dia harus menabung untuk bisa membeli buku. Meski lahir dari putra sulung Presiden pertama Ir Soekarno, Guntur Soekarno, Puti diajarkan hidup sederhana dan mandiri sejak kecil.

"Saya harus menabung dari uang jajan untuk membeli buku. Rajinlah membaca, karena itu pintu untuk kita melihat dunia, memahami situasi, memberi solusi bagi masalah sehari-hari," kata Puti yang juga dosen tamu Asia Jepang Research Center, Kokushikan University Jepang itu.

Ibu dari Rakyan Ratri Syandriasari Kameron dan Rakyan Daanu Syahandra Kameron itu juga menceritakan masa kecilnya yang dekat dengan Ibu Fatmawati Soekarno. Dari ibu negara tersebut, Puti belajar mengaji.

"Saya memanggil Ibu Fatmawati dengan sebutan Mbu. Suara beliau sangat merdu saat mengaji. Beliau mengajarkan kepada saya untuk selalu bersyukur, menjalani hidup dengan bahagia dan penuh optimisme. Nah, kalian yang masih sangat muda ini harus berani berpandangan jauh ke depan, punya visi, dan berani berjuang untuk meraihnya," ungkap Puti.

Puti juga berbagi pesan tentang pentingnya menjalin silaturahim seluas mungkin. Silaturahim menjadi pintu pembuka bagi lahirnya kesempatan-kesempatan baik.

"Bersosialisasi, berjaringan, berorganisasi atau dalam bahasa zaman now disebut kolaborasi adalah kebutuhan mutlak jika kita ingin berkembang," pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar