Breaking News

REGIONAL Kunjungi Ponpes Al-Ihya Ulumuddin, Presiden: Kita ini Saudara 16 Jun 2017 07:19

Article image
Presiden memberikan tausiah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ihya Ulumuddin. (Foto: Kumparan.com)
Indonesia merupakan negara besar dengan keanekaragaman agama, suku dan ras. Oleh sebab itu, ia mengajak warga Indonesia untuk bersyukur atas anugerah Allah yang tidak dimiliki negara lain ini.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co Presiden Joko Widodo menyempatkan diri berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ihya Ulumuddin untuk melakukan takziah atas wafatnya pimpinan Pondok Pesantren KH. Chasbullah Badawi yang meninggal dunia pada Senin, 5 Juni yang lalu.

Kunjungan Presiden ke Ponpes Al-Ihya Ulumuddin ini dilakukan di sela-sela kunjungan kerjanya ke Cilacap, Kamis (15/6/2017).

Presiden mengatakan dirinya, keluarga, dan pemerintah turut berduka cita atas meninggalnya. Ia juga meminta maaf tidak sempat hadir secara langsung bertepatan dengan meninggalnya almarhum KH. Chasbullah Badawi.

“Saya atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah ingin menyampaikan duka yang mendalam dan ikut berbelasungkawa atas meninggalnya Romo KH. Chasbullah. Mohon maaf pada saat beliau meninggalkan kita semuanya, saya tidak bisa hadir di pondok pesantren ini,” ujar Presiden seperti dilansir setkab.go.id.

Kepada para santri. Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Marilah kita jaga persaudaraan kita. Persaudaraan antar umat Muslim, Ukhuwah Islamiyah kita, kita jaga persaudaraan dengan umat agama-agama yang lain, Ukhuwah Wataniyah kita, agar kerukunan, persaudaraan diantara kita terjalin dengan baik,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia merupakan negara besar dengan keanekaragaman agama, suku dan ras. Oleh sebab itu, ia mengajak warga Indonesia untuk bersyukur atas anugerah Allah yang tidak dimiliki negara lain ini.

“Jangan sampai diantara kita masih ada yang saling menyalahkan, saling menjelekkan, saling mencemooh, saling mencela, kita lupa bahwa kita ini saudara,” ujar Presiden.

Oleh karena kebinekaan itulah, Presiden Jokowi mengajak kita semua untuk senantiasa memeliharanya agar tidak terjadi gesekan yang dapat memecah-belah bangsa.

“Saya mengajak kita semuanya agar kekuatan, potensi, keanekaragaman kita, kebhinekaan kita yang sudah jadi hukum Allah, yang sudah jadi takdir dari Allah betul-betul kita jaga, kita pelihara, jangan sampai antara kita retak, ada gesekan,” ajak Presiden.

Presiden meyakini bahwa ajaran Islam juga mewajibkan umatnya untuk hidup rukun di antara saudara sebangsa dan setanah air. Sehingga apabila kita semua menjaga kerukunan itu, niscaya bangsa Indonesia akan menjadi negara yang makmur dan sejahtera.

“Apabila kita betul-betul bisa menjaga persatuan kita, menjaga negara kesatuan Republik Indonesia, saya meyakini negara kita akan makmur dan sejahtera. Negara yang kita idam-idamkan,” imbuh Presiden.

Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

--- Redem Kono

Komentar