Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

INFRASTRUKTUR Kunjungi Pontianak, Presiden Jokowi Lakukan Sejumlah Agenda 02 Jan 2018 07:59

Article image
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat mengunjungi Pontianak-Kalimantan Barat (Foto: Ist)
"Denyut nadi ekonomi daerah sangat kelihatan dan terasa kalau masuk ke pasar rakyat karena pasar rakyat adalah bagian penting ekonomi di daerah dan sayangnya masih banyak sekali pasar-pasar rakyat yang belum dibangun. Sekarang pasar sudah bersih. Pedagan

PONTIANAK, IndonesiaSatuu.co--  Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan sejumlah agenda saat berkunjung ke Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (29/12/17).

Sebagaimana diberitakan IndonesiaSatu.co, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara, Iriana berkesempatan menghadiri Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional tahun 2017.

“Jangan pernah lelah bekerja di ladang Tuhan. Jangan pernah lelah bekerja di ladang pengabdian kita masing-masing, apa pun profesinya, apa pun pekerjaannya baik sebagai pedagang, sopir, petani, buruh, PNS, TNI, Polri. Jangan pernah lelah bekerja untuk kemajuan bangsa dan negara,” ungkap Presiden saat memberikan sambutan di hadapan seluruh umat Kristiani di rumah Radakang, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Selain menghadiri Perayaan Natal Bersama, Presiden yang didampingi Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan; Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki; Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukito dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat di Halaman Masjid Mujahidin, Kota Pontianak.

Presiden Jokowi juga meresmikan renovasi Pasar Tengah di Pontianak, Kalimantan Barat yang sebelumnya terbakar pada 2015.

"Saya berpesan agar pembeli tetap ramai, pedagang bisa banyak senyum, ramah dan menjaga keamanan agar jangan sampai pembeli banyak tapi copet juga banyak. Buat mereka nyaman agar mereka tahu pasar tradisional tidak kalah dengan pasar modern," kata Presiden Jokowi di Pasar Tengah Pontianak, Jumat (29/12) sebagaimana dilansir ANTARA.

"Tiga tahun lalu saat pasar ini habis terbakar, saya janjikan agar pasar langsung dibangun. Saya ingat di sini Pedagang Kaki Lima (PKL) bercampur sehingga menyebabkan kawasan ini kumuh sekali," ungkap Presiden.

Namun Presiden menilai pasar tersebut saat ini sudah bersih, apalagi pembangunan pasar sampai menghabiskan anggaran Rp 54 miliar yang berasal dari anggaran Kementerian Perdagangan.

"Denyut nadi ekonomi daerah sangat kelihatan dan terasa kalau masuk ke pasar rakyat karena pasar rakyat adalah bagian penting ekonomi di daerah dan sayangnya masih banyak sekali pasar-pasar rakyat yang belum dibangun. Sekarang pasar sudah bersih. Pedagang juga harus berubah, melayani dengan baik, menjaga kebersihan, jangan sampai becek dan kotor sehingga kita harap bisa bersaing dengan ritel modern," tandas Presiden.

Selain meresmikan Pasar Tengah yang dapat memuat 851 pedagang, Presiden juga secara simbolis meresmikan lima pasar lain di Kalimantan Barat yaitu pasar Jungkat, pasar Pangkalan Mas yang mampu menampung 166 pedagang di Kabupaten Mempawah, Pasar Semi Modern di Kabupaten Singkawang yang memuat 104 kios, pasar Kapuas Raya di Kabupaten Sintang yang memuat 156 kios dan pasar Tebas di Kabupaten Mempawah yang menampung 194 pedagang.

Resmikan 16 Penyalur BBM Satu Harga

Dalam kunjungan yang sama, Presiden Jokowi meresmikan 16 lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM) satu harga di Terminal BBM Pertamina Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

“Upaya pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) ditandai dengan kehadiran lembaga penyalur BBM satu harga tersebut. Ditargetkan masyarakat yang berada di wilayah 3T tersebut menjadi sasaran, dan bisa merasakan harga BBM penugasan sama dengan daerah lainnya,” ungkap Presiden dalam sambutan peresmian.

Menurut Presiden, energi berkeadilan ini merupakan wujud nyata dari sila ke-5 Pancasila, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“BBM satu harga juga telah mendorong geliat roda perekonomian masyarakat, sehingga ke depan bisa berkembang seperti daerah lainnya. Namun yang perlu dicatat adalah pengawasan dari berbagai pihak, baik dari aparat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan agar BBM satu harga bisa dinikmati masyarakat dengan harga sesuai kententuan pemerintah,” terangnya.

Ada pun ke-16 titik lembaga penyalur BBM satu harga tersebut tersebar di beberapa wilayah, yakni empat titik di Papua dan Papua Barat, kemudian satu titik di Maluku Utara, lima titik di Kalimantan, satu titik di Sulawesi, satu titik di Jawa Timur, dan empat titik di Kepulauan Riau.

Peresmian tersebut sekaligus menandai telah tercapai target pendirian lembaga penyalur BBM satu harga di 54 lokasi yang telah direalisaikan Pertamina tahun ini.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Elia Massa Manik menegaskan bahwa berdasarkan roadmap yang disusun pada awal 2017, perseroan menargetkan pembangunan 54 titik lembaga penyalur yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan direalisasikan oleh delapan wilayah operasi pemasaran Pertamina (Marketing Operation Region).

"Walaupun banyak tantangan dan kendala yang dihadapi, khususnya kondisi geografis di lokasi pembangunan lembaga penyalur BBM yang cukup sulit ditembus, Pertamina terus berupaya dan meyakini target BBM satu harga akan tuntas sesuai waktu yang ditetapkan," ujar Elia.

Berdasarkan roadmap yang telah ditetapkan pemerintah, Program BBM Satu Harga diwujudkan dengan pendirian lembaga penyalur di wilayah 3T ditargetkan sebanyak 150 titik, selama tiga tahun yakni mulai dari 2017 hingga 2019.

Dengan tuntas 54 titik pada 2017, selanjutnya Pertamina akan mengejar target kedua yakni 50 titik pada 2018 dengan kriteria wilayah yang memiliki infrastruktur darat dan laut terbatas.

"Program BBM Satu Harga merupakan tugas mulia bagi Pertamina sebagai perusahaan milik negara, yakni mewujudkan pemerataan dan asas keadilan dalam penyediaan energi bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkas Manik.

 

--- Guche Montero

Komentar