Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

AGAMA Kunjungi Sumbawa, Jokowi Resmikan Pesantren Modern Dea Malela 31 Jul 2018 03:34

Article image
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Pesantren Modern Internasional Dea Malela, Pemangong Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Ist)
Aset terbesar bangsa Indonesia, menurut Presiden adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan.

SUMBAWA, IndonesiaSatu.co -- Tata ruang Pesantren Modern Internasional Dea Malela memiliki kontur bangunan naik dan turun ditambah pesona gunung dan perbukitan.

Demikian ungkapan kekaguman Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Pesantren Modern Internasional Dea Malela, Pemangong Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (29/7/2018) malam.

“Jadi kalau ini disampaikan oleh Prof. Din Syamsudin bahwa ini akan menjadi kampus internasional insyaallah bukan sesuatu mimpi tetapi akan menjadi sebuah kenyataan,” ujar Presiden.

Mengenai nama yang digunakan untuk auditorium, Presiden mengungkapkan ada tanggung jawab dirinya terhadap penggunaan namanya dan meski belum tahu bagaimana gambarnya namun ia telah memperbolehkan.

“Jadi, artikan sendiri saja. Padahal saya juga belum tahu gambarnya kayak apa, jangan-jangan gedungnya besar sekali. Jadi saya belum berani jawab tapi saya sudah mengiyakan, bismillah,” ujar Presiden.

Hal kedua yang disampaikan, Presiden  mengingatkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang memiliki penduduk 263 juta jiwa, 514 kabupaten dan kota, serta 34 provinsi.

“Indonesia berbeda-beda beragam majemuk, agama berbeda-beda, adat istiadat berbeda, tradisi, suku berbeda-beda 714 suku, bahasa 1.100 lebih bahasa daerah yang berbeda-beda,” ujarnya.

Aset terbesar bangsa Indonesia, menurut Presiden adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan.

“Oleh sebab itu, saya mengajak kita semuanya untuk merawat ukhuwah islamiyah, merawat ukhuwah wathaniyah, karena itulah tugas kita bersama karena kita berbeda-beda,” sambung Presiden.

Lebih lanjut, Presiden juga menyampaikan perbandingan suku di Indonesia dengan Afghanistan dan Singapura. Afghanistan memiliki 7 suku, Singapura memiliki 4 suku, sementara Indonesia memiliki 714 suku. Untuk itu, Kepala Negara menitipkan pesan agar bangsa Indonesia hidup rukun usai pemilihan bupati, wali kota, gubernur atau presiden.

Di akhir sambutan, Presiden menyampaikan dengan mengucap bismillah maka dirinya telah resmikan pesantren modern internasional Dea Malela. Acara Peresmian juga disusul dengan membunyikan angklung oleh Presiden.

Sementara itu, Din Syamsuddin di awal sambutan menyampaikan bahwa total santri berasal dari Thailand, Kamboja, Rusia, dan Timor Leste.

“Pembangunan fasilitas gedung pesantren didukung oleh Kementerian PUPR, Kementerian Dikbud, Kementerian Agama, dan perusahaan BUMN Pertamina, PLN, BNI, dan BRI,” ujar Din seraya menyampaikan akan dibangun aula bernama Insinyur Joko Widodo.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan tersebut adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Zainul Majdi. 

--- Redem Kono

Komentar