Breaking News

REGIONAL Kunker ke NTT, Senator AWK Kagumi Gebrakan Bupati Nagekeo 27 May 2021 23:05

Article image
Anggota DPD RI Dapil NTT, Angelo Wake Kako (AWK) saat berpose dengan Lurah, tokoh muda dan Kelompok Tani Wanita Perintis Danga, Nagekeo. (Foto: Tim AWK)
"Tanpa MoU antardaerah, ide Masyarakat Ekonomi NTT hanya akan sebatas ide," ujar Angelo.

MBAY, IndonesiSatu.co -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil NTT, Angelo Wake Kako melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Dapil selama 5 hari.

Saat berkunjung ke Kabupaten Nagekeo, senator muda yang akrab disapa Angelo itu mengaku kagum dengan geliat perubahan yang tampak nyata di kabupaten muda yang baru berusia belasan tahun itu.

"Empat bulan lalu, ketika saya mengunjungi petani sayur di Roworeke, Kabupaten Ende, saya mendengar keluhan soal sulitnya mereka menjual sayur kangkung ke pasar Ende, lantaran kangkung dari Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo,  'memborbardir' Pasar Ende," ujar Angelo.

Angelo mengaku tertegun sembari kagum mendengar hal itu, seolah-olah belum yakin, jika Mbay, nama yang dalam ingatannya hanya ada pasokan beras sebagai basis produknya, kini ada tambahan sebagai penghasil sayur.

"Kekaguman ini terjawab ketika beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah langkah berani si 'Tukang Bedah', yang kini menjadi Bupati Nagekeo, dr. Don Bosco Do, mengunjungi Labuan Bajo, dan melakukan MoU dengan Pemda Manggarai Barat, untuk memastikan ekspansi pasar semua produk yang ada di wilayahnya," kagum Angelo dengan gebrakan brilian Bupati Nagekeo. 

Saya tersenyum dan bangga, lanjut Angelo, karena pada Juli 2019 lalu, saya secara resmi menyatakan dukungan terhadap ide Gubernur NTT terkait Masyarakat Ekonomi NTT, dengan sebuah syarat.

"Syarat yang saya ajukan waktu itu adalah konkritkan segera ide besar itu dengan secepat mungkin melakukan MoU antardaerah, agar dapat memastikam kabupaten mana menyuplai apa, ke mana, dan dalam jumlah berapa banyak. Tanpa MoU antardaerah, ide Masyarakat Ekonomi NTT hanya akan sebatas ide," ujarnya. 

Pemimpin sebagai lokomotif perubahan

Senator AWK mengaku, sebagai orang muda yang meyakini bahwa perubahan sosial sangat besar dipengaruhi oleh pemimpin, yang bisa memberikan inspirasi bagi banyak orang, terobosan yang dilakukan oleh Bupati Nagekeo ini akhirnya disambut baik oleh struktur birokrasi; salah satunya yakni Lurah Danga, Kecamatan Aesesa, Hans Lado. 

"Anak muda yang luar biasa; yang kehadirannya dengan dukungan perangkat RT yang diisi oleh ketua RT dari kalanan anak muda, seketika saja berhasil memanjakan mata kita ketika mengelilingi kota Mbay, khususnya di Kelurahan Danga, yang sebelumnya sedikit gersang, berhasil memanjakan kita dengan pemandangan sayuran hijau di lorong-lorong kompleks yang selama ini menjadi lahan tidur," kagum AWK.

Angelo mengatakan, dengan kekuatan Kelompok Wanita Tani yang begitu tangguh dan militan, dirinya menyaksikan mereka bekerja secara maksimal di tengah keterbatasan fasilitas.

"Aksi Lurah yang mengenakan pakain dinas tapi alas kaki sepatu boot menambah deretan kekaguman saya kepada pemimpin-pemimpin lokal yang sering menjadi teman diskusi dan saling menginspirasi; sebut saja 'Eja' Nando Watu, Kades Detusoko Barat dan 'Wue Roy Nuer, Kades Tilang, Kecamatan Nita, dan beberapa pemimpin desa dan kelurahan lainnya yang terus berkreasi untuk kemajuan daerah," imbuh AWK.

Bantuan Bibit Holtikultura

Angelo mengaku, sebagai bentuk dukungan, dirinya memberikan bantuan beberapa bibit sayur paprika dan buncis serta membeli langsung panenan hasil usaha para ibu dari Kelompok Wanita Tani di kebun mereka.

"Tidak lebih, mungkin hanya ini yang bisa membuat mereka makin yakin bahwa mereka tidak berjalan sendiri," dukung AWK.

Angelo mengingat, di sela-sela kunjungan, Lurah Hans Lado berbisik: 'Aji (adik), Bupati sudah berlari kencang begini, sudah teken MoU dengan Labuan Bajo, kalau kami di bawah tidak kencang, repot.' Ini pertanda sinergi yang luar biasa," salut Angelo.

Tak lupa, dalam pertemuan selanjutnya, AWK bertemu dengan beberapa tokoh muda, di antaranya Ari Ruto, pengusaha muda yang selalu menyuplai beras ke Ende dan wllayah lain di Flores, Orynd Lado Wea selaku Sekretaris Forum Pemekaran Kecamatan Kotarajawea yang diupayakan untuk dimekarkan dari Kecamatan Boawae, dan juga penggiat usaha limbah cangkang kemiri untuk diolah menjadi arang. 

Orynd, salah satu dari beberapa anak muda di Flores yang menggeluti usaha ini dan membentuk Grup ARANG FLORES dengan tagline "New Energy For Better Future - Energi baru untuk masa depan yang lebih baik" dengan media channel YouTube dan website: arangflores.com.

Di Kecamatan Nangaroro juga ada tokoh muda energik bernama Jecko Jewata, pemilik usaha tungku pembakar cangkang kemiri dan anggota Grup Arang Flores.

"Terus berkarya teman-teman semua di mana pun medan pengabdian kita. Semangat pantang menyerah adalah kunci masa depan kita," simpul AWK.

--- Guche Montero

Komentar