Breaking News

KEUANGAN Laba Bersih Konsolidas CIMB Niaga Tumbuh 11,8 Persen 19 Aug 2019 10:49

Article image
Manajemen CIMB Niaga. (Foto: ist)
Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang naik sebesar 5,5 persen menjadi Rp6,32 triliun.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- PT Bank CIMB Niaga Tbk melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp1,98 triliun pada semester pertama tahun 2019 atau naik sebesar 11,8 persen year-on-year (yoy), menghasilkan earnings per share Rp79,27.

Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang naik sebesar 5,5 persen menjadi Rp6,32 triliun, serta penurunan pada biaya pencadangan sebesar 2,0 persen Yoy. Rasio Loan Loss Coverage (LLC)CIMB Niaga berada di level yang aman sebesar 101,2 persen.

"Kinerja keuangan CIMB Niaga pada semester I 2019 terus mengalami kemajuan. Pendapatan operasional yang naik sebesar 5,7 persen Yoy, terutama dikontribusikan oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh sebesar 5,5 persen, didukung oleh penguatan dari Net Interest Margin (NIM) pada semester I 2019 menjadi 5,41 persen dibandingkan 5,09 persen pada semester I 2018.Dalam situasi perekonomian dan pasar yang masih menantang, kami berhasil menurunkan biaya pencadangan sebesar 2,0 persen Yoy sehingga mampu meningkatkan laba bersih sebesar 11,8 persen yoy menjadi Rp1,98 triliun,"ujar Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M. Siahaan di Jakarta, Senin (19/8).

Dengan total aset mencapai Rp271,86 triliun per 30 Juni 2019 meningkat sebesar 4,5 persen yoy, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.

Jumlah kredit yang disalurkan tumbuh 2,6 persen Yoy menjadi Rp190,5 triliun, yang utamanya dikontribusikan oleh pertumbuhan pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kartu Kredit, dan Kredit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masing-masing sebesar 13,5 persen, 10,0 persen, dan 4,1 persen Yoy. Sementara, kredit Korporasi tumbuh sebesar 2,1 persen Yoy. "Kami akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian terkait pertumbuhan kredit sejalan dengan kondisi perekonomian saat ini dengan tetap memperhatikan kualitas aset sebagai prioritas utama," Tigor menambahkan.

Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp197,85 triliun dengan rasio CASA sebesar 53,9 persen. Adapun Tabungan mengalami pertumbuhan sebesar 2,3 persen Yoy.

Di segmen perbankan Syariah, total pembiayaan Unit Usaha Syariah CIMB mencapai Rp27,96 triliun dengan DPK sebesar Rp27,17 triliun per 30 Juni 2019.

"CIMB Niaga Syariah terus meningkatkan kontribusinya dalam memajukan industri Syariah di Indonesia, salah satunya melalui penyediaan produk dan layanan pembayaran wakaf uang dan wakaf melalui uang secara digital. Layanan yang dapat diakses melalui QR (Quick Respond – Scan) pada aplikasi Go Mobile, internet banking CIMB Clicks dan aplikasi e-Salaam ini, memudahkan dan mempercepat nasabah yang ingin menunaikan sedekah berupa wakaf uang atau wakaf melalui uang," ungkap Tigor.

Capital Adequacy Ratio (CAR) CIMB Niaga tercatat sebesar 20,59 persen per 30 Juni 2019, meningkat 199 bps Yoy. CIMB Niaga menjadi bank pertama yang naik kelas ke Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4, yang merupakan kategori bank tertinggi dari sisi modal inti (Tier-1) berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Ke depan, CIMB Niaga akan terus fokus memperbesar bisnis Consumer dan UKM, meningkatkan CASA serta memperkuat proposisi bisnis Syariah dan penawaran produk Syariah,"pungkas Tigor.

--- Sandy Romualdus

Tags:
CIMB Niaga

Komentar