Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

PERDAGANGAN Lagi! Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Minuman Keras & Rokok Ilegal 06 Aug 2018 19:14

Article image
Menkeu Sri Mulyani Indrawati menggelar konferensi pers penyelundupan 3 kontainer Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) serta pemusnahan 16,8 juta batang rokok ilegal dan 960 botol MMEA ilegal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Kamis (02/08). (Foto
Modus penyelundupan terdapat tiga kontainer berisi miras ilegal diangkut dari Singapura dengan tujuan pelabuhan Tanjung Perak. Berkat kerjasama dengan Bea Cukai Singapura pengiriman ilegal itu dapat terdeteksi.

SURABAYA, IndonesiaSatu.co -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menggelar konferensi pers penggagalan penyelundupan 3 kontainer Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) serta pemusnahan 16,8 juta batang rokok ilegal dan 960 botol MMEA ilegal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya usai menghadiri acara Seminar Voyage to Indonesia pada Kamis (02/08) pekan lalu.

Menkeu mengungkapkan penindakan terhadap barang-barang ilegal tidak hanya untuk mengamankan pendapatan negara tetapi juga untuk melindungi masyarakat.

"Praktek penyelundupan barang-barang yang diawasi oleh pemerintah membahayakan masyarakat kita. Yang dilakukan oleh Bea Cukai dalam melakukan pencegahan terhadap kejahatan ini untuk menjaga perekonomian dan masyarakat kita," tukas Menkeu.

Ia menjelaskan modus penyelundupan terdapat tiga kontainer berisi miras ilegal diangkut dari Singapura dengan tujuan pelabuhan Tanjung Perak. Berkat kerjasama dengan Bea Cukai Singapura pengiriman ilegal itu dapat terdeteksi.

Saat tiba di pelabuhan Tanjung Perak, oleh importir PT. Golden Indah Pratama, barang tersebut diberitahukan sebagai polyestem yam (benang poliester) sebanyak 780 pack.

Berdasarkan analisis intelijen, petugas melakukan pemeriksaan fisik terhadap ketiga kontainer tersebut. Hasilnya, ditemukan sebanyak 5.626 karton yang berisi 50.664 botol minuman keras berbagai jenis dan merk.

"Total nilai barang mencapai lebih dari Rp27 miliar. Sementara potensi kerugian negara yang timbul dari tidak terpenuhinya pemenuhan pembayaran pajak mencapai lebih dari Rp57,7 miliar yang terdiri dari: Bea Masuk Rp40,5 miliar, PPN 6,7 miliar, PPh pasal 22 Rp5,1 miliar; dan Cukai 5,4 miliar," paparnya.

Terakhir, Menkeu menyatakan bahwa penindakan yang telah dilakukan ini diyakini dapat berdampak signifikan terhadap penurunan peredaran rokok ilegal di wilayah Jawa Timur. Ia pun berharap agar sinergi antar instansi pemerintah terus dapat terjalin untuk memberantas peredaran barang-barang kena cukai yang ilegal.

--- Sandy Romualdus

Komentar