Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

KEAMANAN Lagi, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Blitar 14 Jun 2018 15:12

Article image
Satuan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Polri saat menggelar operasi di Blitar (Foto: Kompas.com)
Dalam penangkapan tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa satu senjata api jenis FN, delapan peluru kaliber 9 mm dan beberapa buku tentang jihad.

BLITAR, IndonesiaSatu.co-- Satuan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Polri, Rabu (13/6/18) malam, menangkap lima orang terduga teroris di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Lima terduga teroris yang ditangkap masing-masing berinisial AR, MSZ, NH, HW dan K. Tiga dari lima terduga tersebut diamankan diKecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Kelimanya diduga anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Berdasarkan keterangan pers dari Polda Jatim sebagimana dilansir Kompas.com, dalam penangkapan tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa satu senjata api jenis FN, delapan peluru kaliber 9 mm dan beberapa buku tentang jihad. Selanjutnya, pada Kamis (14/6/18) sekitar pukul 01.30 dinihari WIB, polisi telah mengamankan semua tersangka ke mako Brimob Polda Jatim.

Salah seorang dari terduga yang diamankan (inisial NH, red)  yakni seorang dokter umum yang juga membuka praktik pengobatan bekam.

Tim Densus 88 juga melakukan penggeledahandi rumah kontrakan NH. Proses penggeledahan dilakukan dengan penjagaan ketat dari Mapolres Blitar. Petugas bersenjata api lengkap berjaga di depan rumah tersebut. Mereka tidak mengizinkan warga yang tidak berkepentingan masuk. Di rumah itu juga dipasang garis polisi (police line) dan penjagaan. Hingga kini, para terduga masih diamankan di Mapolres Blitar, untuk proses hukum lebih lanjut.

Kepala Lingkungan Bajang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Mislan mengatakan, polisi mengamankan rumah milik Nanang, seorang pengusaha pupuk. Rumah tersebut dikontrakkan Nanang pada seorang dokter bernama NH untuk jangka waktu sekitar tiga tahun.

"Kontrak sekitar tiga tahun. Namun, keluarga di sini tertutup sehingga tidak terlalu akrab dengan pemilik rumah. Namun, kami curiga dengan aktivitas di rumah tersebut. Sebab satu pekan sebelumnya, personel dari TNI dan Polri sering datang ke rumahnya menanyakan aktivitas dan riwayat pemilik rumah kontrakan tersebut. Jadi, sebelum kejadian ini satu pekan ada koramil dan polisi menanyakan keberadaan dan aktivitas orang yang mengontrak rumah itu,” ujar Mislan.

Mislan mengaku terkejut setelah ada Densus yang datang ke rumah tersebut. Dirinya tidak menduga, penghuni rumah akan terkait dengan perkara hukum.

"Saya kaget dengan kejadian ini. Tapi, sebelumnya ada petugas yang sudah tanya, ternyata ini. Jadi, saya hanya memantau saja," tutupnya.

Sementara Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Brigjen (Pol) M Iqbal membenarkan mengenai penangkapan tersebut.

"Masih didalami, karena baru ditangkap semalam," tandasnya singkat.

--- Guche Montero

Komentar