Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

REGIONAL Lagi, Jalur Transportasi Pantura Ende Memprihatinkan 10 Jan 2018 13:54

Article image
Kondisi Ruas Jalan di Daerah Fataatu, Wewaria, Ende (Foto: Guche)
"Tolong, Pak. Kami selalu menderita setiap kali bencana abrasi. Tolong buka mata dengan kondisi warga. Segeralah perlebar saluran air dan bangun tembok penahan abrasi agar kami juga mendapat hak yang sama seperti warga lain,” ungkap Fidelis,

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Akibat curah hujan yang terus meningkat, sejumlah ruas jalan di wilayah pantai utara Ende, sejak daerah kecamatan Detusoko hingga kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende mengalami kerusakan cukup parah.

Disaksikan media ini, Senin (9/1/18), selain ruas jalan mengalami kerusakan, beberapa titik jembatan juga putus seperti yang terjadi di daerah Fataatu, kecamatan Wewaria. Hal itu menghambat arus lalu lintas baik pengendara roda dua maupun roda empat yang melintasi daerah tersebut.

“Kami selalu mengalami kesulitan setiap kali musim hujan. Kondisi jalan dari daerah Detusoko hingga Maukaro sangat memprihatinkan. Selain rusak dan berlubang, beberapa jembatan yang sudah jebol (putus) masih dibuat darurat sehingga sangat sulit untuk dilewati jika terjadi banjir,” ungkap Erik, salah seorang pengemudi roda empat.

Erik menuturkan, kondisi jalan di wilayah pantai utara sejauh ini belum ada perbaikan baik dari pihak pemerintah daerah maupun pemerintah Provinsi.

“Sudah beberapa tahun kondisinya masih sama baik badan jalan maupun jembatan. Jika jembatannya putus akibat banjir, maka akses transportasi menjadi lumpuh total. Diharapkan pemerintah buka mata untuk segera memperbaiki kondisi jalan dan jembatan sehingga dapat mendukung aktivitas kami yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi juga aktivitas ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Senada Erik, Sanus Se selaku salah satu tokoh muda dari Desa Nabe, kecamatan Maukaro menyayangkan sikap pemerintah daerah yang selalu memberikan janji kepada masyarakat namun tidak direalisasikan.

“Persoalan infrastruktur jalan selalu menjadi keluhan utama masyarakat namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut sehingga hal ini selalu menjadi persoalan lama yang dirasakan. Apalagi ini musim politik. Masyarakat selalu mendengar janji pembangunan namun minim realisasi. Jangan sampai ada kesenjangan pembangunan antara di pusat kota dengan di desa-desa. Transportasi Menjadi kebutuhan utama masyarakat yang harus didukung oleh pemerintah. Jangan sampai hanya janji politik tanpa bukti,” kritiknya.

Keluhan yang sama disampaikan Fidelis Tani, salah satu warga masyarakat desa Kobaleba, kecamatan Maukaro yang selalu menjadi korban abrasi setiap kali musim hujan.

“Sekali lagi saya sampaikan aspirasi ini karena sebelumnya saya pernah menyampaikan keluhan ke pemerintah desa, pemerintah kecamatan hingga dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten Ende. Setiap kali musim hujan, rumah saya dan beberapa rumah lain selalu Menjadi korban abrasi karena sempitnya saluran air di deker yang juga berada di jalur utama jalan raya. Tolong Pak. Kami selalu menderita setiap kali bencana abrasi. Tolong buka mata dengan kondisi warga. Segera mungkin perlebar saluran air dan bangun tembok penahan abrasi sehingga kami juga mendapat hak yang sama seperti warga yang lain,” ungkap Fidelis.

Kepada media ini Fidelis mengharapkan agar pemerintah melalui dinas terkait segera menanggapi keluhan masyarakat karena menyangkut kepentingan bersama yang membutuhkan tanggap darurat bencana.

“Sebagai masyarakat biasa kami mengharapkan kepedulian dan perhatian pemerintah sehingga bencana abrasi ini tidak menjadi bencana tahunan yang selalu kami alami. Kami bersyukur ada media yang mewawancarai kami masyarakat kecil sehingga diharapkan keluhan ini Menjadi aspirasi untuk ditanggapi oleh pemerintah dan dinas terkait,” harapnya.

Selain karena faktor alam, kerusakan badan jalan juga disebabkan oleh kendaraan dengan muatan berat yang melintasi wilayah tersebut sehingga memperparah kondisi jalan yang awalnya sudah rusak.

"Ada sejumlah kendaraan roda enam maupun roda delapan yang mengangkut material proyek maupun aspal panas dan melintasi daerah yang kondisi jalannya sudah rusak parah. jika tidak segera diatasi maka kondisi jalan akan semakin parah dan menghambat arus transportasi. Sangat disayangkan jika kebutuhan infrastruktur jalan dibiarkan begitu saja walaupun kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Diharapkan pemerintah segera menanggapi keluhan masyarakat terkait jalan di jalur pantai utara kabupaten Ende," pungkas Arman.

--- Guche Montero

Komentar