Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

HUKUM Lakukan Pengeroyokan dan Penganiayaan, Anggota DPR RI Herman Hery Dipolisikan 21 Jun 2018 11:13

Article image
Anggota DPR asal NTT, Herman Hery dilaporkan ke polisi karena terlibat kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap warga dan anak di bawah umur. (Foto: detik.com)
Tidak lama dari mobil keluar Pak Herman Hery dan ajudannya dan kemudian dengan arogan dan sombong bilang 'mau apa kamu', langsung pakai tangan ke muka korban.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Anggota DPR asal NTT, Herman Hery kembali tersangkut kasus hukum. Kali ini Herman Hery dilaporkan seorang warga bernama Ronny Kosasih Yuliarto atas peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan yang diduga dilakukan Herman Hery terhadap dirinya, istri, dan dua anak berusia 7 tahun dan 10 tahun.

Herman Hery dan ajudannya dilaporkan ke Mapolres Jakarta Selatan oleh kuasa hukum korban, Febby Sagita, Kamis (21/6/ 2018).

Kasus penganiayaan bermula dari peristiwa tilang polisi terhadap mobil korban di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan pada hari Minggu, 10 Juni 2018 lalu, sekitar pukul 21.30-22.00. Sedangkan mobil Herman Hery, Rolls Royce Phantom B 88 NTT tepat berada di belakang mobil korban. 

 "Memang terjadi pengeroyokan awalnya korban itu ada di dalam (jalur) busway kemudian ditilang. Di belakang mobil korban itu adalah mobil terduga pelaku Pak Herman Heri ya dengan mobil Rolls Royce Phantom B 88 NTT," jelas Febby kepada wartawan, Kamis (21/6/2018).

Ronny merasa aneh, kenapa hanya mobilnya yang didatangi polisi sementara mobil yang ada di belakangnya dibiarkan. Dia kemudian turun dari mobil dan menanyakan ke polisi mengapa mobil di belakangnya tidak ikut ditilang.

"Terus polisi bilang 'teman saya sudah tilang'. Lalu korban bilang 'dari tadi saya di sini tidak ada satupun polisi yang nyamperin mobil itu', k," terang Febby.

Saat Ronny terlibat perdebatan dengan polisi, Herman dan ajudannya keluar dari dalam mobil. Herman, kata Febby, langsung mendekati kliennya dan melakukan penganiayaan.

"Tidak lama dari mobil keluar Pak Herman Hery dan ajudannya dan kemudian dengan arogan dan sombong bilang 'mau apa kamu', langsung pakai tangan ke muka korban," katanya.

Tidak terima atas perlakuan Herman Hery, korban mencoba membalas. Tapi tidak lama kemudian ajudan-ajudan Herman Heri langsung turun dan mengeroyok korban bersama Herman Hery.

Polisi yang tengah melakukan razia di sana hanya menonton aksi brutal Anggota DPR-RI asal NTT tersebut tanpa ada yang melerai. Istri Korban yg membantu melerai bahkan ikut dipukul oleh ajudan Herman Hery tanpa mempedulikan ada dua anak korban yang masih kecil berada dalam mobil yang menangis histeris melihat orang tuanya dianiaya anggota DPR-RI tersebut.  

Karena kalah jumlah, akhirnya korban menyerah dan diminta oleh polisi memindahkan mobilnya ke Masjid Pondok Indah untuk penyelesaian lebih lanjut. Akan tetapi sesampainya di Masjid Pondok Indah, polisi dan Herman Hery malah langsung kabur tidak menyusul korban di Masjid Pondok Indah.

Korban selanjutnya melakukan visum di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta Selatan dan melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolres Jakarta Selatan. Kepada korban, polisi mengatakan akan menindaklanjuti perkara ini setelah libur lebaran, pada Kamis  21 Juni 2018 karena sudah mendekati Idul Fitri.

--- Simon Leya

Tags:
Herman Hery

Komentar