Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

REFLEKSI Lakukan Segalanya Dengan Gembira 03 May 2017 17:07

Article image
Hidup dengan gembira seyogianya menjadi 'habitus', kebiasaan yang perlu dirajut. (Foto: Mother Nature Network)
Menjadi gembira bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir. Menjadi gembira adalah kemampuan yang harus dipelajari, demikian pendapat psikoterapis Donald Altman, MA, LPC.

Oleh Valens Daki-Soo

 

"Merasa gembira" adalah kondisi batin yang merupakan salah satu elemen dari fondasi kebahagiaan. Hati yang gundah alias 'galau' merupakan kebalikan dari kondisi itu. Hati yang gembira memancarkan energi positif yang kuat, dan vibrasinya bisa memicu "rasa gembira" di hati orang lain.

Sesekali cobalah Anda perhatikan wajah rekan-rekan sekantor Anda. Atau orang-orang yang naik/turun lift bersama Anda. Kalau kepekaan Anda cukup tinggi, secara intuitif Anda bisa merasakan 'getaran' rasa gembira ataukah perasaan negatif seperti sedih dan galau dari mereka. Wajah yang muram membersitkan kesedihan, raut muka tegang mengekspresikan kemarahan atau kecemasan.

Jalani hidup ini dengan gembira. Sekadar 'sharing', itu salah satu prinsip hidup saya. Makanya saya bekerja dengan gembira, membaca dengan gembira, bernyanyi dengan gembira, menari dengan gembira. Itu juga cara kita mensyukuri rahmat Tuhan. Kalau Anda diberikan hadiah oleh kekasih, apakah Anda muram dan sedih? Tentu tidak.

Jalan Untuk Gembira

Menjadi gembira bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir. Menjadi gembira adalah kemampuan yang harus dipelajari, demikian pendapat psikoterapis Donald Altman, MA, LPC, dalam bukunya berjudul The Joy Compass: 8 Ways to Find Lasting Happiness, Gratitude & Optimism in the Present Moment.

Kita tidak mendapatkan kegembiraan dengan berfokus pada faktor-faktor eksternal. Karena kegembiraan itu berasal dari dalam dengan menggunakan apa yang disebut Altman sebagai “pedoman kegembiraan pribadi” (personal joy compass).”

Berikut ini tiga cara ajaib dari Altman untuk mengarahkan pedoman kegembiraan pada arah yang benar.

Pertama, meneliti kembali bahasa batin (inner language) Anda

Berbicara dengan diri sendiri dapat berpengaruh terhadap mood dan pandangan kita tentang kehidupan. Bila Anda secara konstan berbicara dengan diri sendiri tentang segala sesuatu yang berbeda yang harus Anda kerjakan, Anda berada di tempat negatif atau tidak puas. Karena itu, Altman menyarankan untuk mengganti kata “harus” dengan “bisa”: Saya “harus” ….diganti dengan Saya “bisa”…

Kedua, carilah sesuatu yang membuat Anda tertawa

Riset menemukan bahwa tertawa bisa meningkatkan kesehatan fisik dan mengurangi stres. Dalam studinya Altman menemukan bahwa pasien kanker dapat meningkatkan fungsi imun dalam tubuhnya dengan menonton video humor. Dia menemukan bahwa tertawa dapat menghasilkan hormon pertumbuhan manusia untuk meningkatkan imunitas.

Ketiga, mengagumi alam

Fokuskan perhatian Anda pada alam sekitar Anda dapat membantu membangkitkan rasa gembira. Dan menurut penelitian, mengagumi alam bahkan dapat memperbaiki daya fokus.

Altman menyarankan para pembacanya untuk menentukan satu pohon besar dan berdiri di sampingnya. Letakkan tangan Anda pada pohon, dan rasakan kekokohannya. Kemudian mundur selangkah untuk melihat keseluruhan pohon. Lihatlah pohon dari bawah ke atas, perhatikan detil-detil kecil, seperti warna, dan tekstur batang. Bila sudah selesai, pindahkan perhatian Anda ke pohon yang lain, atau bunga, atau langit.

Nah, mengapa kita hidup dengan jiwa lesu, wajah bermuram-durja dan gairah layu, sementara Tuhan melimpahkan segalanya secara cuma-cuma untuk kita?

Memang, kesulitan dan kesedihan kerapkali tak terhindarkan. Itulah 'siklus' alamiah kehidupan. Namun hidup dengan gembira seyogianya menjadi 'habitus', kebiasaan yang perlu dirajut.

Jadi, lakukan segalanya dengan gembira. Hiduplah sepenuhnya dan berilah "asupan nutrisi bahagia" untuk jiwa Anda.


Penulis adalah penikmat psikologi, Chairman PT Veritas Dharma Satya (VDS), Pendiri dan Pemimpin Redaksi IndonesiaSatu.co

Komentar