Breaking News

PENDIDIKAN Lantik Para Kepala Sekolah SMK, Wagub NTT: "Pendidik Harus Punya Integritas dan Hati" 08 May 2019 23:02

Article image
Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi saat melantik para Kepala SMK di Aula Kantor Gubernur. (Foto: victorynews.id)
Kita boleh kekurangan aksesibilitas, tetapi jangan kekurangan kreativitas dan inovasi.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- “Kita akan bawa NTT supaya tidak lagi dijuluki sebagai orang bodoh dalam tanda-tanda kutip. Atas harapan besar itu, saya dan Pak Gubernur meminta bapak/ibu datang langsung ke kantor Gubernur untuk dilantik. Sebab dari tangan Bapak/Ibu akan lahir manusia-manusia NTT yang memiliki pengetahuan yang luar biasa. Selain itu, bagi para Kepala Sekolah yang dilantik supaya diketahui bahwa tidak cukup hanya memiliki otak, otot tetapi harus memiliki hati. Sebab kesuksesan bapak/ibu dalam mengelola sekolah adalah integritas yang paling penting.”

Demikian hal itu ditegaskan Wakil Gubernur NTT, Josef A Nae Soi saat melantik 88 Kepala SMK se-NTT bertempat di Aula Fernandes, kantor Gubernur NTT, Selasa (7/5/19) sebagaimana dilansir victorynews.id.

Wagub menegaskan bahwa Provinsi NTT sudah terlanjur mendapat julukan termiskin, terendah literasi, dan terendah kualitas pendidikannya. Karena itu ia meminta para Kepala SMK untuk menunjukkan bahwa NTT tidak bodoh seperti anggapan orang selama ini. Menurutnya, meskipun hebat dan pintar, tetapi jika tidak memiliki integritas, maka percuma dan tidak bisa disebut sebagai pendidik yang baik.

“Mudah-mudahan saya dan Pak Gubernur tidak salah memilih Kepala Sekolah. Dan jika salah, harus cepat diperbaiki supaya mutu pendidikan kita semakin baik ke depan. Ada beberapa hal yang harus Bapak/Ibu perhatikan karena tanggung jawab sebagai Kepala adalah memajukan pendidikan NTT lewat managemen sekolah yang baik. Kita boleh kekurangan aksesibilitas, tetapi jangan kekurangan kreativitas dan inovasi. Karena itu, sekali lagi mari kita bekerja dengan hati, baru otak dan fisik untuk memajukan pendidikan di NTT ini,” pesannya.

Wagub Nae Soi juga berpesan agar para Kepala SMK yang dilantik bekerja serius mendidik generasi muda NTT.

“Didiklah anak-anak NTT dengan baik dan perbaikilah komponen-komponen pendidikan yang ada di sekolah masing-masing. Jangan sampai ada kerusakan sedikit di sekolah; semacam plafon bocor tidak bisa perbaiki sendiri tetapi menunggu Gubernur datang baru ditunjukan supaya dapat bantuan. Padahal, ada dana BOS. Hal ini tidak perlu terjadi lagi ke depan. Kalau tidak, Kepala Sekolah akan diturunkan jadi guru biasa,” ujarnya.

Wagub juga mengingatkan para Kepala Sekolah tentang pentingnya kebersihan.

"Sekolah dan lingkungannya harus bebas dari sampah. Kalau sekolah bersih, pasti hati Kepala Sekolah dan guru-guru juga bersih. Juga pengelolaan keuangan sekolah harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Dengan anggaran yang terbatas, Kepala Sekolah harus bisa mengelolanya dengan baik," harapnya.

--- Guche Montero

Komentar