Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

PARIWISATA Launching Decotourism Flores, RMC-YSEALI Dorong Agrowisata Berbasis Agriculture 20 Jan 2018 22:21

Article image
Kades Detusoko Barat, Ambrosius R. Rawi dan Khoirul Nisa Sry Mumpuni Saat Launching Decotourism Flores di Detusoko, Ende (Foto: Nando)
“Diharapakan ada kesamaan pemahaman (mutual understanding) terkait pengembangan pariwisata berbasis agriculture. Kegiatan ini merupakan salah satu branding destinasi dengan melibatkan masyarakat lokal sehingga dapat memahami dunia pasar (marketing) melal

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Remaja Mandiri Community (RMC) Detusoko dan Alumni Young South East Asian Leaders Initiative (YSEALI) menutup rangkaian kegiatan Detusoko Ecotourism (Decotourism) Flores dengan menggelar “Launching Decotourism Flores” di Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Kamis (18/1/18).

Secara seremonial, kegiatan “Lauching” ini diwakili Khoirul Nisa Sry Mumpuni selaku Project development officer Decotourism, Kepala Desa Detusoko Barat, Ambrosius R. Rawi dan Ketua Kelompok Tani Bungalomu Detusoko, Mikhael Minggus Dillak yang menjadi pilot project kegiatan Decotourism yang berlangsung selama sepekan tersebut.

Khoirul Nisa Sry Mumpuni pada kesempatan itu mengatakan bahwa “Launching Decotourism” diharapkan dapat mengubah mindset dan paradigma masyarakat dalam menangkap peluang pariwisata ke depan.

“Diharapakan ada kesamaan pemahaman (mutual understanding) terkait pengembangan pariwisata berbasis agriculture. Kegiatan ini merupakan salah satu branding destinasi dengan melibatkan masyarakat lokal sehingga dapat memahami dunia pasar (marketing) melalui berbagai Informasi Teknologi (IT) untuk sampai ke segmen pasar wisata,” ungkap Sry.

Ia menjelaskan bahwa Decotourism tetap menekankan agrowisata berbasis agriculture dengan memperkuat ilmu marketing, networking dan standar industri melalui sosial media sesuai tuntutan pasar wisata yang mudah diakses oleh para wisatawan.

“Sebagai salah satu cara mengembangkan networking dan meningkatkan standar industri melalui sosial media, Decotourism memiliki akun instagram: @decotourism.id, fanpage Facebook: Detusoko Eco Tourism juga website (www.decotourism.com). Diharapkan, agar melalui project Decotourism Flores ini dapat menumbuhkan gairah wisata masyarakat dengan mengembangkan potensi pertanian dan agrowisata serta menghadirkan pengalaman wisata bagi para wisatawan juga masyarakat luas,” harap Sri.

Sementara Nando Watu selaku founder RMC Detusoko mengungkapkan bahwa program ini selain sebagai sebuah upaya menerjemahkan konsep pembangunan Global (Sustainable Development Goals), juga mengajak masyarakat baik anak-anak, remaja dan kaum muda terhadap gerakan literasi lewat konten ‘Decotourism news.’

Kolaborasi masyarakat di desa kenal dunia IT dan mengembangkan akses networking. Ajak generasi muda, anak-anak dan remaja dalam meningkatkan gerakan literasi lewat konten decotourism news. Bahwa wisatawan butuh informasi, tuntutan informasi secara online karena mudah, cepat. 60 % wisatawan mengenal wisata Flores melalui internet dan media online.

“Dengan kegiatan ini, RMC Detusoko berkolaborasi dengan Pemuda Asean melalui YSEALI dengan melibatkan masyarakat agar mulai mengenal dunia IT dalam mengembangkan akses networking dan tuntutan pasar wisata secara online. Tercatat, 60 persen wisatawan mengenal wisata Flores melalui internet dan media online yang dapat diakses dengan mudah dan cepat. Project Decotourism ini juga sebagai salah satu pedomaan destinasi pariwisata berkelanjutan guna meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. Kami juga bekerjasama dengan beberapa desa potensial seperti desa Wologai, desa Golulada, desa Wolotolodan desa Saga” ungkap Nando.

Nando mengharapkan agar destinasi wisata Flores menjadi prioritas pembangunan pariwisata berkelanjutan berbasis agriculture sesuai potensi yang ada.

“Karena karakter daerah Detusoko sebagai daerah pertanian, maka sangat cocok mengembangkan masyarakat lokal dalam payung agrowisata. Salah satu orientasi (goals) dari pariswisata yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal sehingga ada dampak sosial dari grand design pariwisata Flores,” tandasnya.

Kepala Desa Detusoko Barat, Ambrosius R. Rawi dan Ketua Kelompok Tani Bungalomu Detusoko, Mikhael Minggus Dillak memberikan apresiasi dan siap mendukung penuh kerjasama YSEALI dan RMC Detusoko.

“Atas nama pemerintah Desa Detusoko Barat, kami siap mendukung berbagai program dan kegiatan yang digagaskan oleh RMC Detusoko dan YSEALI ke depan. Kami sangat mengharapkan partisipasi dan keterlibatan masyarakat terutama kaum muda. Juga, kepada kelompok tani Bungalomu Detusoko, diharapkan menjadi contoh bagi kelompok tani yang lain di wilayah kecamatan Detusoko ini agar mulai mengoptimalkan berbagai potensi yang ada termasuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes),” harap Ambros.

--- Guche Montero

Komentar