Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

PENDIDIKAN Lebih Cerminkan Kebutuhan dan Kemajemukan, Format Dana Pendidikan Segera Diubah 28 Dec 2017 07:44

Article image
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Ist)
Dalam kesempatan ini, Menristek dan Dikti juga menyampaikan arahan Presiden agar penerima beasiswa mencerminkan kemajemukan Indonesia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah berencana akan mengubah LPDP (Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan) menjadi Dana Abadi Pendidikan.

Dua minggu lagi, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati akan mempresentasikan rancangan yang lebih jelas dan lebih matang kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), diantaranya terkait fokus arahan, bidang studi yang akan dikirim, kriteria penerima, tujuan universitas dan lain-lain.

“Bapak Presiden meminta diberikan lagi dua minggu lagi, termasuk berapa anggarannya yang nanti akan diakumulasi dalam dana abadi, bagaimana pengelolaannya, kemudian bagaimana untuk tata kelolanya, struktur organisasinya, dan kemudian policy-policy mengenai pengiriman untuk beasiswa maupun yang untuk bidang riset,” kata Sri Mulyani usai mengikuti Ratas tentang Tindak Lanjut dari Program Dana Abadi Pendidikan, di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (27/12/2017) malam.

Diakui Menkeu, jika sekarang ini sudah ada pemikiran mengenai berapa jumlah yang akan dikelola sebagai dana abadi dengan suatu policy khusus, penganggarannya perlu dibuat lebih jelas lagi.

Presiden juga meminta agar masalah vokasi menjadi fokus yang perlu diperhatikan, dari sisi bidang studi yang sangat fokus juga harus menjadi perhatian.

“Seperti menunjang pertanian, ketahanan pangan, kemudian pariwisata dan bidang-bidang teknologi yang memang dibutuhkan Indonesia sekarang dan ke depan,” tambah Menkeu.

Terkait komposisi universitas yang selama ini didominasi oleh Eropa, seperti Inggris dan Belanda, Australia, Jepang dan Amerika, pemerintah akan melakukan diversifikasi termasuk ke negara-negara yang selama ini belum secara tradisional menjadi tempat belajar.

Cerminan Kemajemukan

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristek dan Dikti) Muhammad Nasir juga menyampaikan fokus pembahasan dalam ratas, diantaranya pendanaan, cara pengelolaan dan bidang studi apa yang menjadi fokus, negara-negara mana yang dituju, dan bidang ilmu apa yang diinginkan.

Dalam kesempatan ini, Menristek dan Dikti juga menyampaikan arahan Presiden agar penerima beasiswa mencerminkan kemajemukan Indonesia.

“Kemajemukan itu adalah karena Indonesia itu sangat heterogen. Indonesia dari barat sampai timur. Maka kalau kita hanya berdasarkan pada kualitas saja kita akan problem pada anak-anak Indonesia yang secara umum mungkin yang tidak masuk dalam hal ini,” jelas Menristek dan Dikti.

Ke depan, diakui Muhammad Nasir, perlu dilakukan afirmasi agar lebih menyebar dan diharapkan juga bisa mengakomodasi penerima beasiswa dari daerah-daerah timur. 

--- Redem Kono

Komentar