Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

OLAHRAGA Legenda dan Pengamat motoGP: Marquez Harusnya Didiskualifikasi 14 Apr 2018 14:46

Article image
Insiden MotoGP Argentina antara Marc Marquez dengan Valentino Rossi (Foto: Sport.detik.com)
“Tidak hanya penalti, tetapi harus didiskualifikasi. Dia telah dihukum atas apa yang telah dilakukan, tetapi saya kira dia seharusnya dalam masa percobaan sampai akhir musim," kata Schwantz.

RIO HONDO, IndonesiaSatu.co-- Insiden Marc Marquez dan Valentino Rossi di Sirkuit Termas de Rio Hondo, GP Argentina, pekan lalu benar-benar mengundang banyak reaksi dari legenda dan pengamat MotoGP. Sang juara dunia bertahan menuai kritikan keras atas agresivitas kala membalap di Termas de Rio Hondo. Aksi menyalipnya yang agresif terhadap Aleix Espargaro serta insiden senggolan dengan Valentino Rossi, membuat Marquez dikenai dua penalti.

Legenda Grand Prix, Kevin Schwantz, ikut angkat bicara dan menyalahkan Marquez. Menurut Schwantz, seperti dikutip dari Motorsport.com, Sabtu (14/4/18), pebalap tim Repsol Honda itu seharusnya mendapatkan hukuman lebih berat.

“Tidak hanya penalti, tetapi harus didiskualifikasi. Dia telah dihukum atas apa yang telah dilakukan, tetapi saya kira dia seharusnya dalam masa percobaan sampai akhir musim. Dia perlu diberi tahu bahwa jika dengan alasan apa pun, jika dia melakukan kontak terhadap orang lain dengan caranya sendiri, maka dia akan dihukum," kata Schwantz.

Schwantz juga mengomentasi mesin Marquez mati ketika balapan akan dimulai. Menurutnya, seharusnya pebalap berkebangsaan Spanyol itu memulai balapan dari pit, karena memang aturannya seperti itu.

"Kami tahu dia pebalap yang hebat dan kami tahu dia cepat. Jika dia bisa belajar lebih halus dan cepat, saya rasa dia akan dikagumi oleh banyak orang. Masalahnya, bahkan jika itu adalah kesalahan di mana dia menyombongkan dirinya karena lebih cepat di trek (basah), dia seorang juara. Setiap orang terkadang membuat kesalahan dalam situasi kritis, tetapi dia seharusnya tidak terus menciptakan situasi kritisnya sendiri," kata Juara dunia GP500cc 1993 ini.

Sementara pengamat MotoGP, Carlo Pernat menilai Marc Marquez seharusnya didiskualifikasi di balapan berikutnya menyusul aksi brutalnya pada Valentino Rossi di Argentina.

Pernat merasa hukuman Marquez tidak cukup. Eks pebalap Loris Capirossi yang juga merasakan didiskualifikasi di balapan berikutnya setelah menyenggol Marcellino Lucchi sampai jatuh tak lama setelah start seri Italia kelas 250cc pada 1999 ini menilai Marquez layak diganjar hukuman serupa.

"Marquez kesurupan. Anda tidak bisa memahami apa yang dia coba lakukan. Dia menyenggol Aleix Espargaro dan hanya turun satu posisi. Kemudian 'pemanisnya' adalah manuver gila dan tidak benar pada Rossi yang menyebabkan pebalap yang disebut terakhir jatuh. Mereka menghukum Marquez dengan penalti 30 detik, tapi siapa yang memberi poin kepada Valentino?," kata Pernat di GPOne.

"Benar-benar sebuah kelakuan yang memalukan. Sekarang Marc dimusuhi semua orang dan mereka takut disenggol olehnya. Dia tidak bisa melakukan segalanya yang dia sukai. Dorna seharusnya mendiskualifikasi dia untuk satu balapan dan kalau tidak, kejadian ini akan terus membayangi sisa kompetisi musim ini," jelas dia.

Pernat mengisahkan saat Capirossi didiskualifikasi dari balapan Barcelona setelah insiden dengan Lucchi di Mugello. Namun ia menilai kejadian di Rio Hondo lebih buruk.

“Marc seharusnya merenung, tidak bisa sesuka dia, karena ini salah. Keputusan-keputusan sudah dibuat selama balapan. Marc tidak seharusnya start. Startnya balapan juga konyol, apa yang mereka perlukan adalah keputusan untuk menunda start selama lima menit. Sesuatu mesti diubah di dalam pengarah balapan, mereka butuh orang-orang yang mahir. Ini sudah menjadi masalah di Malaysia 2015. Pengarah balapan adalah budak-budak Rossi dan Marquez, terutama Marc. Dia seharusnya didiskualifikasi untuk aksinya, karena apa yang terjadi di antara dia dengan Vale benar-benar tidak bisa dibayangkan," sembur pria yang juga memanajeri Andrea Iannone itu.

Sedangkan legenda balap, Giacomo Agostini ikut menilai bahwa Marquez sudah bertindak bodoh tapi ia menepis penilaian rider Spanyol itu harusnya didiskualifikasi.

"Marquez sudah bertindak bodoh, saya mengatakannya sebagai seorang teman. Ia melahap semua rival. Dalam momen dengan Rossi, ia bisa saja menunggu sampai momen berikutnya dan mungkin mempersiapkan manuver lebih baik lagi mengingat sempitnya celah saat itu dan ia merasa takkan bisa melakukannya. Saya tak ingin membelanya, tapi Anda juga harus memahami situasi dengan tensi di lintasan, pertimbangan Anda bisa tak sejernih saat duduk di balik meja," ucap Agostini.

Legenda balap asal Italia yang kini berusia 75 tahun itu juga mengomentari adanya penilaian bahwa Marquez harusnya didiskualifikasi dari balapan. Agostini, kendatipun sebelumnya menyebut Marquez memang sudah bertindak bodoh, menilai ia tak mesti didiskualifikasi.

"Ia semestinya tidak didiskualifikasi, ia sudah dapat hukuman dalam balapan. Jika kita mendiskualifikasi seorang rider setiap waktu, takkan ada lagi yang namanya balapan. Ini berlaku untuk semua pebalap. Hal-hal semacam ini terjadi, sudah pernah terjadi, dan akan terus terjadi. Kita semestinya tidak perlu membesar-besarkan maupun menciptakan drama dari hal ini," tuturnya.

--- Guche Montero

Komentar