Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HANKAM Lepas Jabatan Panglima, Elektabilitas Gatot Meroket untuk Pilpres 2019 12 Dec 2017 15:42

Article image
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Presiden Jokowi. (Foto: Harian Terbit)
Pangi berpandangan, lengsernya Gatot sebagai Panglima TNI merupakan langkah Jokowi untuk mengantisipasi manuver yang berlebihan dari mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Turun dari jabatan sebagai Panglima TNI, tidak membuat pamor Jenderal Gatot Nurmantyo meredup. ? Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting?, Pangi Syarwi Chaniago,  merujuk pada beberapa survei mengatakan, elektabilitas Gatot cukup tinggi untuk maju di Pilpres 2019.

Menurut Chaniago,  Jenderal Gatot berpotensi menjadi lawan politik Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Dalam beberapa bulan belakangan, Gatot memiliki manuver yang kontroversial? melalui statement-statementnya. Hal itu, kata Pangi, yang membuat Jokowi menjadi panik dengan manuver yang dilancarkan oleh Gatot.

?"Jokowi nampak panik dengan manuver Gatot yang beliau jadikan isu kanan sebagai komoditas politik yang punya effect elektoral. Terbukti elektabilitas Gatot terus tumbuh selama menjadi panglima," kata Pangi saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (12/12/2017).

Pangi berpandangan, lengsernya Gatot sebagai Panglima TNI merupakan langkah Jokowi untuk mengantisipasi manuver yang berlebihan dari mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu.

"Jadi engga benar saya kira kalau Jokowi membesar Gatot, membiarkan Gator berselancar dengan isu dan opini publik sehingga berhasil mengambil ceruk pemilih potensial kanan," jelasnya.

Diketahui, Gatot resmi lengser sebagai Panglima TNI digantikan Hadi Tjahjanto pada 8 Desember 2017. Kata Pangi, pemberhentian Gatot sebagai orang nomor satu di tubuh TNI merupakan sesuatu yang janggal.

"Jokowi itu nggak suka matahari kembar, ?maka Gatot dipecat. Gatot siapa bilang diberhentikan. Itu dipecat, kan Maret masa pensiun beliau. Menggapa Desember sudah diberhentikan," tandasnya.

--- Simon Leya

Komentar