Breaking News

KESEHATAN Letjen Doni Monardo Beri Peringatan Keras Kepada Rizieq Shihab 30 Nov 2020 07:56

Article image
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo. (Foto: Beritasatu.com)
Letjen Doni Monardo menyesalkan sikap Rizieq Shihab yang menolak penelusuran kontak atau contact tracing terkait penanggulangan Covid-19.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengingatkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab untuk bisa memberikan contoh kepada masyarakat terkait upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

"Kami meminta Saudara Rizieq sebagai tokoh masyarakat untuk kooperatif dan memberikan teladan dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19. Pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi siapa pun yang melanggar ketentuan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat," ujar Doni.

Doni mengatakan ini dalam siaran pers ke media, Minggu (29/11/2020) usai menerima laporan dari Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiharto dan Direktur Utama RS UMMI Andi Tata perihal Rizieq yang sempat menjalani perawatan di hospital ibu dan anak itu.

Doni yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyesalkan sikap Rizieq Shihab yang menolak penelusuran kontak atau contact tracing terkait penanggulangan Covid-19.

"Saya telah menerima laporan dari Wali Kota Bogor Bapak Bima Arya dan Direktur Utama Rumah Sakit Ummi Andi Tatat. Atas laporan tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 sangat menyesalkan sikap Saudara M Rizieq Shihab yang menolak untuk dilakukan penelusuran kontak," ujar Doni dalam siaran pers ke media, Minggu (29/11/2020).

Mantan Pangdam XVI/Pattimura dan PangdamIII/Siliwangi itu menegaskan bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih terjadi penularan, setiap warga negara hendaknya menjalankan protokol kesehatan. Menurutnya, setiap warga negara semestinya sukarela untuk dites, ditelusuri kontak eratnya, serta bersedia menjalani perawatan atau karantina jika ternyata terjangkiti virus corona.

Doni menjelaskan, selain jurus 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun di air mengalir) juga ada strategi 3T atau testing (tes), tracing (telusur) dan treatment (tindak lanjut) dalam mengendalikan penularan Covid-19. Menurutnya, 3T merupakan tindakan kemanusiaan dan nondiskriminatif dalam penanggulangan Covid-19. "Siapa pun wajib mendukungnya," tegasnya.

Doni meminta masyarakat luas bersikap kooperatif sehingga upaya penangangan Covid-19 berhasil.

"Empati dan dukungan harus diberikan kepada para tenaga kesehatan maupun sukarelawan yang berjibaku menjalankan penanganan kesehatan," tuturnya.

--- Simon Leya

Komentar