Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

NASIONAL Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri: Kekuasaan Bukanlah Tujuan 25 Jun 2018 11:26

Article image
Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri. (Foto: Tribun News)
Menurut jenderal yang pernah menjabat Wakil Kepala Staf AD tersebut, bagi para purnawirawan TNI, sikap ksatria dan perwira harus menjadi ukuran dalam berdemokrasi.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri menegaskan, kekuasaan bukanlah tujuan, melainkan alat sekaligus amanah rakyat untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Karena itu, ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada), pemilihan legislatif (Pileg), dan pemilihan presiden (Pilpres) hanyalah sarana untuk meminta restu dari rakyat bagi calon pemimpin pusat maupun daerah.

Kiki mengatakan ini kepada para purnawirawan TNI yang akan terjun dalam kontestasi politik di tahun 2018-2019, Jakarta, Minggu (24/6/2018). 

Menurut jenderal yang pernah menjabat Wakil Kepala Staf AD tersebut, bagi para purnawirawan TNI, sikap ksatria dan perwira harus menjadi ukuran dalam berdemokrasi. Jiwa Sapta Marga harus tetap melekat di manapun para purnawirawan TNI mengabdikan diri sekalipun sudah bukan tentara aktif.

“Tugas sebagai Bhayangkari negara dan bangsa baru berakhir ketika tidak lagi mampu mendengar tembakan salvo kendati ditembakkan di samping telinga, saat jasad purnawirawan TNI akan diturunkan ke liang lahat,” kata Kiki.

Dikatakan Kiki, dengan mencermati ciri geografi, demografi dan kultur Indonesia, maka ada dua pekerjaan rumah (PR) besar dalam upaya mencapai tujuan nasional, yaitu: mewujudkan “integrasi internal” atau persatuan bangsa yang kokoh dalam kondisi kemajemukan multidimensi, serta mengupayakan “adaptasi external” dalam proses pembangunan nasional bagi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dua (PR) besar dan tugas berat nan mulia inilah yang segera harus dihadapi dan dikerjakan oleh setiap pemimpin bangsa di pusat maupun daerah, setelah yang bersangkutan memenangkan kontestasi politik.

“Dalam kekinian, terutama dalam menghadapi kepentingan negara-negara hegemonik serta ideologi transnasional yang bertentangan dengan Pancasila yang kian marak beredar di tanah-air, maka tugas pengabdian tersebut menjadi semakin berat.

Kiki mengimbau para purnawirawan TNI yang ikut berlaga dalam Pilkada, Pileg dan Pilpres 2018-2019, termasuk para purnawirawan pendukungnya, agar: 
1. Mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, menghormati lawan politik, siap menang dan siap kalah, bersikap ksatria dan perwira, serta menjadi teladan dalam berdemokrasi. 
2. Jika keluar sebagai pemenang, harus tetap menjunjung tinggi Sapta Marga dalam menjalankan tugas pengabdiannya. Harus diingat pula bahwa meski berstatus purnawirawan, namun kita tetap mengusung nama besar, martabat dan kehormatan TNI.

 

--- Simon Leya

Komentar