Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

MODE LeViCo Hadirkan Koleksi ‘Touch Of NTT’ di Indonesia Fashion Week 2016 16 Mar 2016 14:30

LeViCo Hadirkan Koleksi ‘Touch Of NTT’ di Indonesia Fashion Week 2016. (Foto: Ist)
Show kali ini LeViCo mengemas pakaian ready to wear, cocktail, couture dengan menggunakan bahan Tenun NTT dari 22 Kabupaten dalam satu show tunggal.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Perhelatan pekan mode Indonesia Fashion Week (IFW) 2016 telah usai dengan menghadirkan berbagai koleksi busana dari beberapa desainer terkenal. Salah satunya, Yurita Puji (APPMI Jabar) yang berkolaborasi dengan Julie Laiskodat (pemilik butik tenun NTT) mendapat kesempatan memamerkan koleksinya di atas catwalk pada penampilan perdana di hari pertama IFW 2016, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/3).

Pada pagelaran busana tersebut, Yurita dan Julie mengusung tema ‘Touch of NTT’  dengan menghadirkan koleksi mereka melalui brand LeViCo. LeViCo memperkenalkan salah satu kekayaan Indonesia yang luar biasa dalam bentuk kekayaan keindahan kain nusantara. Semua tersedia dalam 48 busana.

Dengan tajuk Touch of NTT, brand LeViCo ini memperkenalkan salah satu kekayaan Indonesia yang luar biasa dalam bentuk kekayaan keindahan kain nusantara. Semua tersedia dalam 48 busana.

"Show kali ini kami mengemas pakaian ready to wear, cocktail, couture dengan menggunakan bahan Tenun NTT dari 22 Kabupaten dalam satu show tunggal kami," papar Julie Laiskodat di sela IFW 2016.

Menariknya, koleksi kali ini menggunakan kombinasi bahan linen, rose silk, orgaza satin silk yang menyasar pengguna usia 14—45 tahun. Sementara, pengaplikasiannya menggunakan embordery, payet dan Swarovski.

"Untuk cutting-nya lebih umum. Dari 22 kabupaten semua kita pakai tenunnya, nggak ada yang nggak kita pakai. Kita tampilkan nggak cuma untuk ibu-ibu, kalangan tua tapi juga anak muda kaya ada celana pendeknya," ujar istri dari Ketua Fraksi Partai Nasdem ini.

Sementara, untuk koleksi utama, Yurita dan Julie menghadirkan busana yang digabungkan dari seluruh kain tenun NTT. "Untuk baju gongnya, kita suguhkan baju yang terbuat dari seluruh kain tenun NTT. Semua jadi satu," tambah Julie.

Julie menjelaskan, kain tenun NTT memiliki banyak arti. Oleh karena itu, untuk setiap pengerjaannya pun dibuat dengan teliti. Melalui brand ini, Julie juga ingin mengenalkan kain nusantara NTT kepada masyarakat luas.

"Setiap motif di tenun ini punya arti. Jadi kalau motifnya kebalik aja, artinya udah beda. Terus kami juga mau ya orang-orang nggak cuma pakai batik. Tapi ada juga tenun NTT lho. Bagus juga. Harganya terjangkau dan kualitasnya yang mampu bersaing dengan brand lain," pungkas Julie.

--- Sandy Romualdus

Komentar