Breaking News

BERITA Lima Kendaraan Penyemprot Disinfektan Tiba di NTT 22 Aug 2020 13:11

Article image
Bantuan lima kendaraan pendukung penyemprotan disinfektan ke wilayah Provinsi NTT. (Foto: Dok.Tim)
"Kita harus bersama-sama melawan penyebaran Covid-19, berikut penyakit turunan yang bisa ditimbulkan dari limbah infeksius," imbuh Ansy.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (Ditjen PSLB3), memberikan bantuan lima kendaraan pendukung penyemprotan disinfektan ke wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hadirnya lima kendaraan disinfektan roda tiga ke NTT ini merupakan bentuk konkrit perjuangan dan kerja sama anggota Komisi IV DPR RI Dapil NTT II, Yohanis Fransiskus Lema dan Ditjen PSLB3 KLHK.

Ansy mengatakan bahwa pada Senin (10/8/20) lalu, dirinya menerima video ucapan terima kasih dan pemberitahuan dari Kepala Bidang Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Bapak Rudi Lismono. "Beliau menginformasikan bahwa bantuan tersebut telah diterima langsung di Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi NTT," ujar politikus muda PDI Perjuangan yang akrab disapa Ansy Lema tersebut, Kamis (19/8/20).

Aktivis 98 itu menceritakan tentang ihwal pengadaan bantuan tersebut. Bantuan ini bermula dari desakan Ansy Lema kepada Ditjen PSLB3 KLHK ketika menggelar sosialisasi penanganan dan pengolahan limbah B3 infeksius Covid-19 di NTT pada 4 Juni 2020 lalu.

Sosialisasi yang diadakan secara virtual tersebut melibatkan sejumlah pihak, yakni Dinas LHK Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Rumah Sakit Rujukan Covid RSUD Prof Dr. W Z Yohannes Kupang, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana Kupang. 

Dalam sosialisasi tersebut, Ansy meminta KLHK agar memberikan bantuan konkrit guna mengatasi limbah Covid-19.

"Pada waktu itu, KLHK mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 02 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius Covid-19 sebagai bentuk respon KLHK agar tidak terjadi penularan penyakit akibat tidak ditanganinya secara baik limbah infeksius Covid-19. Maka dalam sosialisasi tersebut, saya meminta langsung kepada Dirjen PLSB3 Ibu Rosa Vivien Ratnawati agar memberikan bantuan konkrit untuk mencegah munculnya pandemi baru yang berasal dari limbah Covid-19. Permintaan ini langsung disetujui oleh Ibu Vivien," terang mantan Dosen tersebut.

Selain bantuan lima kendaraan pendukung penyemprotan disinfektan, KLHK juga memberikan bantuan fasilitas layanan kesehatan untuk provinsi NTT dari usulan Ansy Lema, berupa Drop Box Limbah B3 Fasyankes sebanyak 35 unit, plastik pengumpul sampah B3 Fasyankes 7000 lembar, APD petugas pengelola limbah B3 Fasyankes 200 paket. Selain itu, Ansy juga sudah mengusulkan agar KLHK membangun tiga insinerator (tungku pembakaran limbah B3) di NTT.

"Saya juga memberikan catatan terkait pengadaan insinerator. NTT saat ini baru memiliki satu insinerator dari rumah sakit swasta. Karena rusak, pembakaran limbah medis termasuk limbah Covid-19 dilakukan memakai tungku pembakaran PT Semen Kupang. Ditjen PLSB3 sudah menyanggupi untuk membangun satu insinerator di Labuan Bajo. Saya sudah mengusulkan supaya KLHK membangun tiga insinerator di kota Kupang, Sumba, dan Flores," lanjut Ansy.

Mantan juru bicara dan penyiar ini, mengatakan bahwa bantuan yang baru tiba di NTT yakni lima kendaraan penyemprot disinfektan. Sedangkan beberapa bantuan lainnya dalam proses pengiriman dan akan segera tiba. 

Alumni PMKRI ini berharap agat lima kendaraan penyemprot disinfektan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk menjaga dan menekan penularan penyakit Covid-19 di NTT.

"Kita harus bersama-sama melawan penyebaran Covid-19, berikut penyakit turunan yang bisa ditimbulkan dari limbah infeksius," imbuhnya.

Apresiasi dan Terima Kasih

Sementara itu, melalui video Kepala Bidang Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTT, Rudi Lismono mengucapkan terima kasih kepada Ansy Lema, Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar dan Ditjen PSLB3 KLHK, yang sudah secara konkrit mendukung kerja mereka di NTT. Selanjutnya kendaraan tersebut akan digunakan untuk pengelolaan dan pengolahan limbah B3 di Kota Kupang.

"Terima kasih kepada Ibu Menteri, Ditjen PSLB3 dan terutama Bapak Ansy Lema yang selalu mendukung dan memfasilitasi kerja kami. Pada hari ini kami sudah menerima lima paket utuh-lengkap berupa kendaraan roda tiga dan perangkatnya. Bantuan ini akan kami gunakan untuk mendukung operasional pengelolaan sampah (limbah) di Kota Kupang dan sekitarnya," apresiasi Rudi.

--- Guche Montero

Komentar