Breaking News

INTERNASIONAL Lima Momen Penting Dalam Karier Larry King 24 Jan 2021 13:50

Article image
Momen ketika Larry King mewawancarai Mike Tyson. (Foto: KTAR .com)
Dari 50.000 wawancara yang telah dilakukannya, King sebagaimana dikutip BBC.com menyebut ada lima moment penting dalam karirnya sebagai seorang pewawancara acara talk show.

LARRY King, legenda pembawa acara bincang-bincang (talk show) AS yang mencapai ketenaran di seluruh dunia karena mewawancarai para pemimpin politik dan selebriti, meninggal dunia pada usia 87 tahun.

Sepanjang enam dekade karirnya, King telah melakukan sekitar 50.000 wawancara, termasuk 25 tahun sebagai pembawa acara talk show CNN yang populer Larry King Live.

Dari 50.000 wawancara yang telah dilakukannya, King sebagaimana dikutip BBC.com menyebut ada lima moment penting dalam karirnya sebagai seorang pewawancara acara talk show.

Pertama, ketika dia menjadi pembawa acara debat 1993 antara Wakil Presiden Al Gore dan miliarder Texas Ross Perot tentang Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (Nafta), yang memecahkan rekor peringkat pada saat itu, mencapai lebih dari 16,3 juta pemirsa.

Kedua, pada tahun 1995, pada saat yag sama dia mewawancarai pemimpin Palestina Yasser Arafat, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin, dan Raja Hussein dari Yordania.

Ketiga, Setelah serangan 11 September 2001 di New York dan Washington, King mewawancarai lebih dari 700 tamu, termasuk responden pertama dan yang selamat serta lebih dari 35 pemimpin dan pejabat dunia.

Keempat, dia memenangkan penghargaan untuk wawancaranya di penjara, termasuk dengan terpidana pembunuh ibu-dan-anak Sante dan Kenneth Kimes; Karla Faye Tucker, wanita pertama yang dieksekusi di Texas; dan petinju tercela Mike Tyson.

Dan kelima, penyanyi legendaris Frank Sinatra, yang jarang diwawancarai, memberikan wawancara terakhirnya kepada Larry King pada 1988. King kemudian mengatakan bahwa ini, dan mewawancarai aktor Marlon Brando - yang juga hampir tidak pernah setuju untuk wawancara - adalah salah satu sorotan dalam karirnya.

--- Simon Leya

Tags:
Larry King

Komentar