Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

GAYA HIDUP Lima Tanda Ekonomi Anda di Ambang Kebangkrutan 02 Sep 2018 13:21

Article image
Punya cicilan kendaraan bermotor jadi salah satu tanda kebangkrutan bila cicilan di luar kemampuan. (Foto: traveldudes.org)
Seseorang atau keluarga yang tadinya secara finansial berkecukupan bisa bangkrut bila menjalani pola hidup boros. Orang yang tadinya memiliki gaji besar bisa bangkrut bila tiba-tiba kehilangan pekerjaan atau di-PHK dari perusahaan.

KEBANGKRUTAN bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Kebangkrutan bisa dialami perusahaan atau rumah tangga. Kebangkrutan tidak hanya mendatangi orang dengan ekonomi pas-pasan tapi juga mereka yang kaya raya.

Seseorang atau keluarga yang tadinya secara finansial berkecukupan bisa bangkrut bila menjalani pola hidup boros. Orang yang tadinya memiliki gaji besar bisa bangkrut bila tiba-tiba kehilangan pekerjaan atau di-PHK dari perusahaan.

Sebaliknya, mereka yang hanya berpenghasilan kecil tapi bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran dengan baik bisa jadi lebih beruntung ketimbang orang yang penghasilannya besar tapi tidak bisa mengatur keuangan.

Berikut ini tanda-tanda seseorang terancam bangkrut sebagaimana ditulis moneysmart.id:

 

1. Tidak punya tabungan

Hidup setiap hari hanya dengan mengandalkan pendapatan tanpa mampu menabung, maka bisa dibilang orang berisiko mengalami kebangkrutan.

Dalam kenyataan, masih banyak keluarga bertahan dengan penghasilan pas-pasan tanpa bisa menabung. Tidak sedikit yang berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan memperbesar utang.

Padahal, dengan hidup seperti ini, tanpa disadari orang sudah berada di ambang kebangkrutan.

 

2. Punya utang kartu kredit

Kartu kredit sebenarnya bertujuan untuk mempermudah transaksi biar tidak perlu membawa uang tunai ke mana-mana.

Sayangnya, banyak orang yang salah kaprah dan justru menggunakan kartu kredit untuk membeli sesuatu di luar kemampuannya.

Nah, hal itulah yang akhirnya membuat mereka memiliki tumpukan utang dan menjadi pertanda awal seseorang akan jatuh dalam kemiskinan.

Percayalah, tidak ada utang yang menguntungkan. Justru utang hanya akan mempersulit hidupmu dan menguntungkan pihak pemberi pinjaman.

 

3. Punya cicilan kendaraan bermotor

Punya cicilan kendaraan bermotor jadi salah satu tanda kebangkrutan bila cicilan di luar kemampuan.

Misalnya, gaji Anda  Rp 5 juta tapi kamu memaksakan diri untuk mencicil mobil setiap bulan Rp 3 juta. Berarti sisa uangmu untuk hidup selama satu bulan hanya sebesar Rp 2 juta. Yakin cukup?

Perlu diingat, kalau Anda memutuskan untuk memiliki kendaraan, berarti juga harus menyiapkan dana lebih untuk perawatannya, belum lagi konsumsi bensinnya.

Ujung-ujungnya, bisa-bisa kredit Anda macet dan kendaraan ditarik dealer karena kamu tidak bisa bayar cicilan bulanan.

 

4. Tidak peduli kesehatan

Kesehatan itu adalah hal utama dalam hidup. Banyak orang kaya raya yang jatuh miskin karena uangnya habis untuk biaya berobat.

Jadi, percuma saja Anda banting tulang cari uang setiap hari kalau ujung-ujungnya cuma habis untuk biaya perawatan rumah sakit.

Tahu tidak kalau tubuh dan pikiran yang tidak sehat bakal mengakibatkan stres dan depresi? Artinya, tidak peduli seberapa banyak uang yang Anda miliki, kalau Anda depresi, ya tidak bisa menikmatinya. Jadi, itu sama saja dengan bangkrut.

 

5. Uang jadi penyebab pertengkaran

Tanda lain dari kebangkrutan yang sangat jelas adalah pertengkaran karena uang. Jadi, saat uang menjadi pemicu pertengkaran dalam keluarga, maka saat itulah Anda berada di ambang kehancuran finansial alias bangkrut.

Pasalnya, saat uang menjadi alasan sebuah pertengkaran, maka sudah pasti kedua belah pihak tidak akan berkembang karena dibutakan oleh uang.

Salah satu cara mencegahnya adalah mengubah orientasi dalam bekerja. Bekerjalah untuk mengembangkan diri dan bukan hanya karena uang semata. Hal itu menjadi salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk menghindari pertengkaran karena uang.

--- Simon Leya

Komentar